Haaland berhasil mengguncang tatanan sepak bola dunia, karena ia menjadi faktor utama tersingkirnya Brasil dari babak 16 besar. Kekuatannya berhasil mengungguli tim Amerika Selatan tersebut, persis seperti yang dilihat oleh staf pelatih yang dipimpin Carlo Ancelotti. Kekuatan fisik dan kemampuannya dalam mengolah bola telah mengungguli segalanya dan semua orang. Ia telah membuktikannya bersama Manchester City selama empat tahun terakhir, namun Piala Dunia menjadi kesempatan bagi seluruh dunia untuk menyaksikan apa yang mampu dilakukan penyerang ini—yang mencetak sembilan gol ke gawang Honduras pada Piala Dunia U-20 tahun 2019, menurut surat kabar yang sama.
Tujuh tahun kemudian, pemain asal Norwegia ini mencapai puncak dalam hal pengakuan publik dan nilai pasarnya. Manchester City membantah adanya klausul dalam kontraknya yang memungkinkan dia hengkang, meskipun harus diakui bahwa agennya selalu menegaskan bahwa para pemainlah yang menentukan tujuan dan waktu yang tepat untuk pindah.
Baca juga: Celah yang Menanti Messi.. Apa yang Harus Diwaspadai Argentina Saat Melawan Swiss?
Haaland memiliki kontrak finansial terbaik di City, dengan sisa delapan musim (di mana ia akan berusia 33 tahun saat kontrak berakhir) dan janji untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada tim.
Sejak Real Madrid memutuskan untuk tidak melanjutkan proses perekrutan seorang pemain muda yang mulai menonjol saat masih di klub Molde Norwegia, kabar yang mengaitkan Haaland dengan klub putih itu menjadi cerita yang sangat sering muncul. Saat berusia 17 tahun, namanya sempat menjadi bahan pembicaraan, namun klub Salzburg-lah yang akhirnya membayar biaya transfer yang diminta, yaitu 8 juta.