FBL-WC-2026-MATCH07-BRA-MARAFP

Diterjemahkan oleh

Mengapa pemain andalan Maroko, Ismael Saibari, memilih jersey nomor 34 di Bayern Munich

  • FBL-NED-AJAX-NOURIAFP

    Penghormatan untuk Abdelhak Nouri

    Saibari mengungkapkan bahwa keputusannya untuk mengenakan jersey nomor 34 merupakan bentuk penghormatan yang sangat pribadi kepada sahabat karibnya, Abdelhak Nouri. Mantan gelandang Ajax itu secara tragis pingsan saat pertandingan persahabatan melawan Werder Bremen pada 2017, dan menderita kerusakan otak permanen yang mengakhiri kariernya yang menjanjikan.

    Menjelaskan makna emosional di balik pilihannya tersebut, Saibari berkata: “Dia selamat, tetapi sejak saat itu tidak bisa bergerak tanpa bantuan. Saya mendukungnya dengan mengenakan nomor 34, karena itu adalah nomor terakhirnya.” Tindakan ini sejalan dengan bentuk penghormatan mendalam yang dilakukan oleh beberapa pemain di dunia sepak bola Eropa yang telah mengenakan nomor punggung tersebut untuk menghormati warisan Nouri dan menjaga kenangannya tetap hidup di lapangan.


  • Iklan
  • saibari(C)Getty Images

    Mengikuti jejak Bayern

    Meskipun nomor 34 memiliki makna pribadi yang sangat besar bagi Saibari, nomor tersebut juga memiliki sejarah di dalam lingkungan sakral Sabener Strasse. Di masa lalu, terutama para talenta muda yang mengenakan jersey bernomor 34 di FC Bayern, sering kali menggunakannya sebagai batu loncatan sebelum beralih ke nomor-nomor yang lebih umum digunakan dalam susunan starting eleven.

    Di antara mereka, Sandro Wagner (2007/08), Pierre-Emile Hojbjerg (2012-16), Marco Friedl (2016-18), dan yang terbaru Deniz Ofli (2025/26) pernah mengenakannya. Namun, Saibari datang sebagai rekrutan bintang yang diharapkan langsung masuk ke susunan pemain inti asuhan Vincent Kompany, sehingga jersey tersebut kini memiliki tingkat popularitas baru di Bundesliga.

  • Harapan besar tertuju pada pemain seharga €50 juta itu

    Bintang asal Maroko ini tiba di Bavaria dalam kondisi performa yang sangat prima, setelah tampil menonjol di panggung Piala Dunia sebagai pencetak gol terbanyak negaranya pada turnamen 2026. Menurut laporan, biaya transfernya berkisar €50 juta, menjadikannya salah satu investasi paling signifikan dalam sejarah klub belakangan ini.

    Direktur olahraga Christoph Freund menyoroti rekam jejak sang pemain, dengan menyatakan: "Ismael Saibari telah memenangkan gelar juara Belanda bersama PSV Eindhoven tiga kali berturut-turut, ia memiliki pengalaman di Liga Champions, dan kini menunjukkan betapa berharganya dirinya bagi tim di Piala Dunia, di level tertinggi. Ia serba bisa, intens, dan berani dalam permainannya; ia memiliki semangat juang yang ingin kami lihat di FC Bayern, dan ancaman gol serta mentalitasnya akan mengangkat performa tim. Para penggemar berbondong-bondong datang ke stadion untuk menyaksikan pemain seperti dia."

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • FBL-GER-BUNDESLIGA-BAYERN MUNICH-COLOGNE-PODIUMAFP

    Kompany Jadi Kunci Kepindahan ke Munich

    Saibari tidak kekurangan tawaran setelah kesuksesannya di Eredivisie, namun kesempatan untuk bermain di bawah asuhan pelatih Bayern saat ini terbukti terlalu menggiurkan untuk ditolak. Setelah menjalani pemeriksaan medis, sang penyerang berbagi cerita mengenai kepindahannya dan daya tarik klub raksasa Jerman tersebut.

    "Sejak kecil, Anda bermimpi untuk menandatangani kontrak dengan klub seperti FC Bayern... Ini adalah salah satu klub terbesar di dunia," kata Saibari. "FC Bayern bersaing untuk merebut gelar-gelar terbesar seperti Liga Champions setiap tahun, dan saya ingin memenangkan trofi sebanyak mungkin di sini. Gaya permainan FC Bayern cocok untuk saya, saya bisa memainkan gaya sepak bola saya sendiri di sini, dan saya akan bekerja keras setiap hari untuk membantu tim. Pelatih Vincent Kompany memainkan peran penting dalam keputusan saya — saya tidak sabar untuk bekerja sama dengannya."