Manchester United v West Ham United - Premier LeagueGetty Images Sport

Matheus Cunha Ungkap Peran Krusial Ruben Amorim Di Balik Kebangkitan Man United Era Michael Carrick

  • Peralihan Sukses di Old Trafford

    Cunha memberikan penilaian yang bijak terkait kebangkitan performa Manchester United baru-baru ini. Penyerang asal Brasil itu menegaskan bahwa tren positif klub saat ini tidak lepas dari jasa mantan pelatih kepala, Ruben Amorim, dan bukan hanya sekadar hasil polesan manajer interim, Michael Carrick.

    Amorim sendiri resmi dibebastugaskan pada awal Januari lalu setelah hanya meraih dua kemenangan dari tujuh laga terakhirnya di Liga Primer. Kendati demikian, kepergiannya tampaknya tidak menghapus pengaruh yang telah ia bangun, yang kini disempurnakan oleh kedatangan Carrick jelang lawatan ke markas baru Everton, Hill Dickinson Stadium, pada awal pekan.

  • Iklan
  • Manchester United Training Session And Press Conference - UEFA Europa League 2024/25 Semi Final Second LegGetty Images Sport

    Fondasi di Tengah Masa Turbulensi

    Di bawah komando Carrick, United sukses mencatatkan lima laga tak terkalahkan—empat di antaranya berbuah kemenangan—termasuk saat menumbangkan tim kuat sekelas Manchester City dan pemuncak klasemen Arsenal. Cunha menjadi simbol nyata dari titik balik ini, terutama lewat gol telatnya di Emirates yang mengejutkan The Gunners sekaligus mengkristalkan kembali kepercayaan diri tim.

    Dalam dunia sepakbola modern, pergantian manajer sering kali dibingkai sebagai batas pemisah yang tegas antara kegagalan dan era baru. Namun bagi Cunha, narasi di United jauh lebih berlapis. Masa jabatan 14 bulan Amorim memang bergulir di salah satu periode paling bergejolak dalam sejarah modern klub—menghasilkan musim terburuk mereka dalam lebih dari setengah abad dan kegagalan masuk kompetisi Eropa untuk kedua kalinya dalam 35 tahun—tetapi fondasi skuad saat ini dibentuk pada era tersebut.

  • Bukan Kisah Satu Manajer Semata

    "Saya sangat berterima kasih atas semua yang dilakukan Ruben," ungkap Cunha dalam wawancaranya bersama DAZN. "Meski semuanya terasa mudah saat keadaan berubah untuk sekadar melihat ke belakang dan menganggap masa lalu itu hanyalah hal negatif. Padahal kenyataannya justru sebaliknya; ia adalah sosok yang luar biasa."

    Penyerang serbabisa itu juga menekankan besarnya daya tarik sang mantan bos dalam membangun skuad yang ada saat ini. "Banyak pemain baru datang karenanya (termasuk Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko). Jadi, sebagian besar momen bagus yang kami alami saat ini juga berkat campur tangannya," tambahnya, menolak menyederhanakan cerita ini menjadi sekadar kisah tentang satu orang yang menggantikan orang lain.

    Terkait kritik terhadap sistem tiga bek Amorim yang kerap dituding sebagai biang keladi rentetan hasil buruk dan dianggap terlalu kaku secara taktik, Cunha memberikan pembelaan. Menurutnya, fiksasi publik terhadap formasi telah mengaburkan konteks yang lebih luas. "Tekanan agar taktik itu berhasil sangat besar, sehingga kita lupa betapa sederhananya konteks secara keseluruhan dan terlalu fokus pada hal negatif," jelasnya.

    Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa di era Carrick, perbedaan strukturalnya tidak sedrastis yang dibayangkan orang. "Jujur saja, menurut saya statistik dalam sepak bola itu sangat menyesatkan. Kami menyerang dengan cara yang berbeda. Namun pada akhirnya, kami bertahan dengan susunan pemain yang selama ini disebut-sebut oleh semua orang sebagai formasinya Ruben."

  • Dukungan Penuh dari Sang Legenda

    Di tengah performa impresif di bawah asuhan Carrick, legenda sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa United, Wayne Rooney, ikut angkat bicara mengenai situasi kursi kepelatihan. Mantan rekan setim Carrick itu meyakini bahwa pihak dewan direksi tidak boleh mengabaikan potensi sang manajer interim saat mempertimbangkan pengangkatan manajer permanen berikutnya.

    Berbicara di acara The Overlap, Rooney menyampaikan pandangannya secara lugas. Menurutnya, pemahaman yang mendalam tentang kultur klub dan karakter kepemimpinan yang tenang bisa terbukti jauh lebih berharga dibandingkan harus mendatangkan manajer papan atas baru yang justru berisiko merombak tim dari nol.

  • Wayne RooneyGetty

    Menanti Keputusan Krusial Manajemen

    "Kita sudah pernah berada di situasi ini dan mencoba berbagai manajer yang berbeda. (Jose) Mourinho, (Louis) van Gaal, (Erik) ten Hag, dan (Ruben) Amorim. Dan, bagi saya, menunjuk Carrick sangatlah masuk akal," tegas Rooney memberikan dukungan penuhnya kepada mantan gelandang Setan Merah tersebut.

    Rooney memastikan bahwa dukungannya benar-benar objektif. "Bukan karena kami pernah bermain bersama dan kami berteman, tetapi karena ia benar-benar memberikan pengaruh yang menenangkan. Memiliki sosok di sana yang mengenal klub dan peduli pada klub akan membuat perbedaan besar. Michael mengelola seluruh skuad dan mengelolanya dengan sangat baik," tutup Rooney. Kini, bola ada di tangan petinggi klub.

0