Belgium v Egypt: Group G - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Marmoush berada di persimpangan jalan... dan raksasa Eropa menanti

Juventus memasuki fase baru dalam proses pembenahan lini serangnya, di tengah bursa transfer yang menuntut perpaduan antara pemain yang mampu langsung memberikan dampak signifikan dan pemain yang dapat menjadi investasi untuk masa depan.

Mengingat sulitnya mendapatkan beberapa target utama, manajemen klub Italia tersebut mulai memantau peluang lain yang mungkin muncul seiring perkembangan musim panas ini.

  • Sebuah nama kuno yang berasal dari perhitungan Yoventus

    Juventus belum menutup kemungkinan untuk merekrut Ricardo Pepe, yang sebelumnya telah menarik perhatian direktur olahraga Bianconeri, Cristiano Giuntoli, saat ia masih menjabat di Napoli, sebelum pemain asal Amerika Serikat itu kembali menarik perhatian selama masa percobaannya bersama PSV Eindhoven.

    Pepe mencatatkan musim yang gemilang di liga Belanda, dengan mencetak 16 gol, ditambah 3 gol di Liga Champions, sehingga menegaskan perkembangannya sebagai penyerang yang mampu bermain sebagai ujung tombak dan memiliki kekuatan fisik yang diperlukan untuk bersaing di level tertinggi.

    Juventus memandang bahwa pemain berusia 23 tahun ini dapat menjadi pilihan jangka panjang, terutama mengingat kebutuhan tim untuk merombak lini depannya, di tengah kemungkinan hengkangnya beberapa penyerang, terutama Dusan Vlahovic, Jonathan David, dan Luiz Obenda.

    Nilai transfer Pepe tampaknya bukan hambatan besar, karena perkiraan menunjukkan ia bisa hengkang dari klub Belanda tersebut dengan biaya antara 25 hingga 30 juta euro, angka yang sejalan dengan kebijakan Juventus saat ini dalam mencari transfer yang cerdas.

    Baca juga: Bernardo Bukan yang Pertama... Bintang-Bintang yang Bersinar di Bawah Asuhan Guardiola dan Mourinho

  • Iklan
  • Omar Marmoush... Kesempatan yang berbeda

    Menurut surat kabar Italia *Tuttosport*, “Radar Juventus tidak hanya tertuju pada Pepe, karena klub tersebut juga mengamati opsi lain: Omar Marmoush, penyerang Manchester City.

    Surat kabar tersebut menegaskan bahwa dengan kemungkinan sang bintang Mesir menjadi peluang kuat yang tersedia selama bursa transfer musim panas, Juventus memasukkannya ke dalam pertimbangan mereka.

    Marmoush, yang pernah menjadi salah satu bintang terkemuka di Bundesliga bersama Eintracht Frankfurt, pindah ke Manchester City pada Januari lalu dengan nilai transfer sekitar 75 juta euro, setelah pelatih Pep Guardiola bersikeras untuk mendatangkannya. Namun, awal kariernya di Inggris tidaklah mudah bagi penyerang Mesir tersebut, karena ia harus menghadapi persaingan ketat di skuad yang diisi nama-nama besar seperti Erling Haaland. Ia mencetak 16 gol dalam 61 pertandingan sejak pindah ke Etihad Stadium, angka yang tidak mencerminkan ekspektasi besar yang menyertai transfer tersebut.

    Baca juga: Satu kendala yang bisa mengubah arah... Al-Hilal tak menyerah dalam upaya merekrut bintang Barcelona

    Sambil menunggu penilaian pelatih baru City, Enzo Maresca, terhadap masa depan Marmoush di tim, opsi peminjaman mungkin akan dipertimbangkan untuk memberinya kesempatan memulihkan pengaruhnya—skenario yang dipantau Juventus sebagai solusi yang menggabungkan kualitas dan pengalaman internasional.

  • Strategi Juventus... Solusi cerdas, bukan transfer yang mustahil

    Surat kabar yang sama juga mengungkap strategi Juventus di bursa transfer mendatang, dengan menegaskan bahwa manajemen Bianconeri menyadari bahwa persaingan untuk mendapatkan bintang-bintang papan atas kini semakin sulit, sehingga mereka berfokus pada pemain yang dapat memberikan kontribusi langsung tanpa menguras anggaran.

    Kembalinya Kolo Muani tetap menjadi prioritas bagi klub Italia tersebut, sementara Alexander Sorloth juga menjadi incaran meskipun negosiasi dengan Atlético Madrid cukup rumit; namun, manajemen Turin telah menyiapkan rencana alternatif sebagai antisipasi jika terjadi kendala.

    Dalam konteks ini, Pepe dan Marmoush muncul sebagai dua opsi yang berbeda: yang pertama merupakan investasi untuk masa depan setelah perkembangannya di Belanda, sedangkan yang kedua adalah pemain yang siap bertanding dan memiliki pengalaman di Liga Inggris serta Liga Champions.