Sherwood, yang pernah memenangkan Premier League sebagai pemain bersama Blackburn dan melatih Tottenham pada musim 2013-14, telah secara terbuka meminta maaf kepada Sesko, mengakui bahwa dia "salah" atas kebangkitan terbaru pemain Slovenia tersebut. Dalam podcast BOYLE Sports danFooty Accumulators, No Tippy Tappy Football, ia mengakui bahwa penilaiannya sebelumnya terhadap pemain berusia 22 tahun itu terlalu keras. Manajer yang kini menjadi komentator itu sebelumnya mengkritik penampilan Sesko selama bulan-bulan terakhir yang penuh gejolak di klub di bawah Ruben Amorim, bahkan menyiratkan bahwa striker itu "tidak boleh mengenakan jersey Man Utd lagi".
Kritik awal tersebut mencapai puncaknya dalam hasil imbang 2-2 melawan Burnley pada Januari, ketika Sherwood meminta Sesko diganti pada babak pertama, sebelum pemain Slovenia itu mencetak dua gol pada babak kedua. Sesko kesulitan beradaptasi dengan tuntutan fisik sepak bola Inggris setelah kepergiannya yang sensasional dari RB Leipzig. Namun, situasi di Old Trafford telah berubah drastis sejak kedatangan Carrick, yang berhasil mengintegrasikan striker tersebut ke dalam sistem yang memanfaatkan atribut fisik dan kecepatannya yang luar biasa.