Manchester City v Real Madrid CF: Quarter-final Second Leg - UEFA Champions League 2023/24Getty Images Sport

Legenda Manchester United Rio Ferdinand Harus Pakai Kursi Roda Gara-Gara Cedera Sepakbola

  • Cedera kronis Rio Ferdinand

    Rio Ferdinand mengaku masih merasakan konsekuensi berat dari karier panjangnya di sepakbola. Mantan bek tengah Manchester United dan timnas Inggris itu mengungkap bahwa selama enam tahun terakhir masa aktifnya, ia harus mengonsumsi tablet pereda nyeri dan menerima suntikan demi bisa tetap tampil di lapangan. Keputusan tersebut membantunya bertahan di level tertinggi, tetapi meninggalkan dampak jangka panjang yang kini ia rasakan setiap hari.

    Ferdinand, yang kini berusia 47 tahun, menyebut cedera punggungnya kerap kambuh secara tiba-tiba. Dalam kondisi terburuk, ia harus menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari atau bahkan menggunakan kursi roda. Ia menggambarkan rasa sakit tersebut sebagai sesuatu yang “gila” dan setelah lebih dari satu dekade sejak gantung sepatu, masalah fisik tersebut masih membayangi kehidupannya.

  • Iklan
  • Rio Ferdinand Man UtdGetty

    Harus pakai kursi roda

    Dalam wawancaranya bersama Men’s Health UK, Ferdinand berkata, “Saya sudah lama mengalami masalah punggung. Itu cedera yang saya dapatkan dari karier saya. Saya mengonsumsi tablet dan suntikan selama enam tahun untuk bisa bermain. Itu berdampak pada saya.”

    “Ada momen ketika rasa sakit punggung saya sangat parah sampai saya harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari atau menggunakan kursi roda. Itu gila, rasa sakit itu datang begitu saja.”

    Kini menetap di Dubai bersama istrinya, Kate, dan keluarga mereka, Ferdinand mulai menerapkan pendekatan baru untuk menjaga kondisi tubuhnya. Ia mengaku baru pertama kali rutin menemui fisioterapis sejak pensiun. “Ada pendekatan holistik terhadap apa yang saya lakukan sekarang. Alih-alih memperbaiki saat sudah rusak, Anda mencegahnya sejak awal,” ujarnya.

    “Sekarang saya tahu banyak hal. Tapi saya sudah 47 tahun. Butuh waktu selama itu bagi saya untuk benar-benar mengerti.”

  • English players defender Trevor Sinclair (L) and fAFP

    Kehidupan Ferdinand setelah pensiun

    Meski telah meraih 14 trofi besar, termasuk enam gelar Liga Inggris, bekas bek Manchester United itu menegaskan bahwa ia belum ingin berpuas diri. Ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memberi teladan kepada anak-anaknya tentang etos kerja dan gaya hidup sehat.

    “Saya punya anak-anak yang perlu melihat etos kerja,” katanya. “Mereka perlu melihat saya bangun dan pergi bekerja. Mereka perlu melihat saya dan Kate pergi ke gym. Saya ingin mereka menganggap hidup sehat dan bergerak itu hal yang normal.”

    “Saya bukan tipe yang hanya memberi tahu anak-anak. Mereka harus melihatnya langsung. Saya juga suka bekerja. Orang tua saya pekerja keras. Itu yang saya tahu sejak kecil.”

    Ia berharap suatu hari nanti anak-anaknya akan mengenangnya bukan hanya sebagai ayah yang penuh kasih, tetapi juga sosok yang bekerja keras dan berani mengambil peluang.

  • Petualangan di luar lapangan

    Kehidupan di Dubai memberi Ferdinand kesempatan untuk keluar dari rutinitas yang selama ini mengatur hidupnya. “Hidup saya dulu diatur oleh jadwal pertandingan saat masih bermain dan kemudian, setelah pensiun, oleh pekerjaan sebagai pandit,” jelasnya. “Tidak banyak kesempatan dalam hidup ketika Anda bisa membuat perubahan besar, menjalani petualangan, keluar dari zona nyaman, dan mengeksplorasi sesuatu yang baru. Jadi inilah saatnya. Ini yang kami ingin lakukan.”

    Tahun lalu, ia meninggalkan TNT Sports dan meluncurkan kanal YouTube sendiri, Rio Ferdinand Presents, demi mencicipi tantangan baru. “Saya suka diuji. Saya suka tekanan,” katanya. “Saya sebenarnya sudah nyaman di TNT. Saya bisa saja menandatangani kontrak baru dengan mudah. Tapi itu bukan diri saya. Sudah waktunya sesuatu yang baru.”

    “Saya melihat bahwa TV linear dan siaran langsung sepakbola akan selalu ada. Tapi ada juga dunia lain di luar 90 menit yang membuat saya tertarik. Saya ingin tahu apa yang dimakan para pemain, bagaimana mereka tidur, bagaimana mereka memulihkan diri. Saya ingin membawa publik lebih dekat ke sana dan berada di garis depan perubahan itu.”

    Di luar media, mantan bek Manchester United itu menegaskan keinginannya untuk dikenang sebagai sosok yang terus berkarya. “[Saya ingin dikenang] sebagai seseorang yang bekerja keras dan sukses di berbagai sektor. Entah itu melalui Yayasan Rio Ferdinand yang sudah berjalan 15 tahun membantu anak-anak kurang beruntung, atau perusahaan media saya dan bisnis lainnya. Saya hanya ingin menjadi seseorang yang bertindak… yang tidak takut pada perubahan atau kegagalan, dan selalu berdiri untuk hal yang benar ketika dibutuhkan.”

0