GettyBuruknya rekor Amorim di Manchester United
Ruben Amorim ditunjuk sebagai manajer Manchester United pada November 2024 untuk menggantikan Erik ten Hag, namun kiprahnya di Liga Inggris tak berjalan sesuai harapan. Ia hanya bertahan selama 63 pertandingan di semua kompetisi, dengan catatan 24 kemenangan—yang berarti rasio kemenangannya hanya 38 persen. Angka tersebut dinilai jauh dari standar klub sebesar The Red Devils, terlebih dengan ekspektasi tinggi yang menyertai penunjukannya.
Getty Images SportPernyataan Manchester United
Dalam pernyataan singkat di situs resmi klub, Manchester United menyebut keputusan ini diambil demi kepentingan tim ke depan. “Dengan Manchester United saat ini berada di posisi keenam Liga Primer Inggris, pimpinan klub dengan berat hati memutuskan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Langkah ini diyakini akan memberi tim peluang terbaik untuk meraih posisi akhir setinggi mungkin di liga. Klub mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya ke depan,” bunyi pernyataan tersebut.
Getty ImagesPernyataan Amorim yang bikin dia dipecat
Amorim dicopot dari jabatannya kurang dari 24 jam setelah secara terbuka mempertanyakan sejauh mana dukungan yang ia terima dari jajaran petinggi Manchester United. Usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds di Elland Road, Minggu (4/1), ia menegaskan niatnya untuk menuntaskan kontrak hingga 2027 sebelum pergi.
“Kedatangan saya ke sini adalah untuk menjadi manajer Manchester United, bukan sekadar pelatih kepala,” ujar Amorim kepada wartawan. “Saya tahu nama saya bukan [Antonio] Conte, [Thomas] Tuchel, atau [Jose] Mourinho, tapi saya adalah manajer Manchester United. Ini akan berjalan seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk berubah. Saya tidak akan mundur. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai ada orang lain yang datang menggantikan saya.”
Ia melanjutkan: “Saya hanya ingin menegaskan bahwa saya akan menjadi manajer tim ini, bukan hanya pelatih. Saya sudah sangat jelas soal itu, dan semuanya akan berakhir dalam 18 bulan, lalu semua orang akan melanjutkan jalan masing-masing. Itulah kesepakatannya. Tugas saya adalah menjadi manajer, bukan sekadar pelatih."
“Jika orang-orang tidak bisa menerima Gary Neville dan segala kritik yang ada, maka klub ini yang perlu berubah. Di setiap departemen—mulai dari pencari bakat hingga direktur olahraga—mereka harus menjalankan tugasnya. Saya akan menjalankan tugas saya selama 18 bulan, lalu kita move on.”
Kenapa Manchester United mendadak pecat Amorim?
Dipahami bahwa tidak ada sengketa kekuasaan atau ultimatum yang mendahului keputusan berpisah dengan Amorim, mengingat pelatih berusia 40 tahun itu tetap mendapat dukungan penuh dari Sir Jim Ratcliffe dan jajaran manajemen sepanjang masa baktinya di Old Trafford.
Namun, Man United menilai skuad muda dan bertalenta yang mereka miliki saat ini masih berada pada jalur yang tepat untuk mencapai target klub musim ini. Karena itu, mereka mengambil keputusan berat ini demi memberi para pemain yang dinilai kapabel dan berkomitmen tersebut peluang terbaik untuk meraih hasil maksimal.
The Red Devils juga menegaskan bahwa mereka tetap bekerja secara strategis dalam pengembangan skuad jangka panjang, setelah menggelontorkan investasi besar-besaran di beberapa bursa transfer terakhir. Amorim terlibat dalam proses rekrutmen tersebut, dengan janji tambahan pemain pada 2026.
MU merasa telah memiliki struktur kepemimpinan yang kuat dan berpengalaman untuk memungkinkan Setan Merah beroperasi di level tertinggi. Posisi pelatih kepala memang krusial dalam ekosistem klub, namun kolaborasi lintas departemen dianggap sebagai kunci utama dalam upaya mengejar kesuksesan di masa depan.
Getty Images SportManajer baru Manchester United
Man United, yang duduk di peringkat enam Liga Inggris dan akan kembali beraksi ketika melawat ke markas Burnley, Kamis (8/1) dini hari WIB, telah mengonfirmasi bahwa mantan gelandang sekaligus pelatih MU U-18 Darren Fletcher yang akan memimpin tim utama untuk sementara waktu.
Pelatih asal Skotlandia itu menjadi salah satu calon terkuat manajer permanen The Red Devils menggantikan Amorim, disusul manajer Crystal Palace Oliver Glasner, eks-gelandang MU lainnya Michael Carrick, serta Enzo Maresca yang baru saja meninggalkan Chelsea.
Iklan

