manchester-city(C)Getty Images

Satu Bintang Manchester City Dikecam Karena "Tidak Menghormati" Manchester United

  • Manchester United v Manchester City - Premier LeagueGetty Images Sport

    Man City dipermalukan Man United

    Kemenangan Manchester United atas Manchester City sejatinya bisa lebih telak. Gol Amad Diallo, Bruno Fernandes, dan Mason Mount dianulir pada laga derbi tersebut, sementara Harry Maguire dan Amad juga sempat menghantam tiang gawang.

    Kiper Man City Gianluigi Donnarumma harus jatuh bangun melakukan sejumlah penyelamatan penting, namun tim asuhan Pep Guardiola tetap kesulitan membendung intensitas Setan Merah. Sepanjang laga, The Citizens hanya mampu mencatat satu tembakan tepat sasaran. Man United pun mengakhiri rentetan empat laga tanpa kemenangan dengan cara yang impresif.

    Usai pertandingan, legenda The Red Devils Patrice Evra langsung mengungkit komentar lama Rayan Cherki yang dinilai meremehkan bekas klubnya. Cherki sempat melontarkan pernyataan pedas terhadap Man United setelah pindah dari Lyon ke Man City pada musim panas lalu.

    Dalam sebuah sesi latihan bersama rekan-rekan barunya di Amerika Serikat, Cherki pernah berkata: “Saya tidak suka ketika Manchester United menang melawan Lyon [di Liga Europa musim lalu] karena saya orang Lyon. Sekarang saya menunggu pertandingan untuk membunuh mereka. Saya hanya ingin ke Manchester City.”

  • Iklan
  • Cherki kena batunya

    Cherki, yang dicadangkan di derbi Manchester, berharap bisa membawa Man City menang di kandang sang rival. Namun skenario itu gagal terwujud. Setelah Man United menang 2-0, komentar lama Cherki kembali diungkit di media sosial, dan Evra tak menyia-nyiakan momen untuk menyindir kompatriotnya itu.

    Membalas salah satu unggahan Instagram, legenda Man United tersebut menulis: “Pemain hebat, tapi kalau kamu tidak menghormati Manchester United, ya inilah akibatnya. FOREVRA RED.”

    Masuk menggantikan Phil Foden saat jeda, Cherki gagal memberi dampak. Ia tidak menciptakan peluang, tak melepaskan satu pun tembakan, dan tak mencatat satu dribel sukses, sementara MU asuhan Carrick tampil solid untuk merusak peluang Man City dalam pacuan gelar.

    Hasil ini, ditambah hasil imbang 0-0 Arsenal kontra Nottingham Forest pada Minggu (18/1) dini hari WIB, membuat Man City tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen setelah 22 pertandingan.

  • Manchester United v Manchester City - Premier LeagueGetty Images Sport

    Guardiola enggan menyalahkan wasit

    Pep Guardiola menolak menyalahkan ofisial pertandingan atas kekalahan 2-0 di markas Man United tersebut. Derbi ini menjadi laga keenam Man City dalam 17 hari terakhir—periode di mana mereka hanya meraih dua kemenangan, salah satunya melawan tim divisi tiga, Exeter City, di Piala FA.

    Menurut Guardiola, faktor utama kekalahan adalah kurangnya energi, bukan keputusan Anthony Taylor yang hanya memberi kartu kuning kepada Diogo Dalot atas tekel berbahaya terhadap Jeremy Doku di awal laga.

    “Tim yang lebih baik menang,” ujar Guardiola mengakui kekalahan anak asuhnya. “Mereka punya sesuatu yang kami tidak punya. Kami selalu bicara soal energi, itu terkait cara bertahan, duel, situasi, juga saat menguasai bola."

    “Ini derbi ke-27 saya. Saya sudah sering datang ke sini, dan [hari ini] kami tidak berada di level yang dibutuhkan untuk memenangkan laga seperti ini."

    "Kami mencoba. Kami berbicara tentang itu, kami punya energi itu empat hari lalu di Newcastle. Bahkan di Sunderland dan tiga pertandingan di mana kami seri, kami bermain sangat baik di banyak sektor. Tetapi hari ini, tidak. Terima saja dan lanjutkan."

  • Manchester United v Manchester City - Premier LeagueGetty Images Sport

    Selanjutnya buat Manchester United & Manchester City

    Guardiola mengakui Dalot seharusnya mendapat kartu merah, namun enggan menjadikannya alasan utama kekalahan. Bek asal Portugal tersebut menjejak Doku dengan tekel tinggi hingga pul sepatu mengenai tulang keringnya. Tetapi keputusan Taylor untuk memberikan kartu kuning tak diubah meski VAR sudah meninjaunya.

    “Harusnya kartu merah, tapi sebagai manajer akan buruk jika menganalisis kekalahan hanya dari situ. Selama 85 menit, kami seperti bermain 10 lawan 11, tapi jika kami bermain dengan energi seperti itu, itu jauh dari cukup,” tambahnya. "Saya bisa mengatakan itu dan menyalahkan [keputusan], tetapi kalau seperti itu kami tidak akan tumbuh dan maju."

    Man City akan berusaha bangkit saat menghadapi Bodo/Glimt di Liga Champions, Rabu (21/1) dini hari WIB, sebelum kembali fokus ke Liga Inggris melawan Wolves. Sementara itu, Man United akan melakoni laga besar berikutnya dengan bertandang ke markas pemuncak klasemen, Arsenal, Minggu (25/1).

0