Newcastle United v Manchester United - Premier LeagueGetty Images Sport

Eks Asisten Pelatih Man United: Erik Ten Hag Ngotot Anggap Antony Pemain Terbaik, Amad Diallo Tidak

  • McCharty layangkan sindiran untuk ten Hag
  • Jelaskan kenapa ten Hag ngotot pilih Antony daripada Amad
  • Ten Hag ingin buktikan pembeliannya sukses
  • APA YANG TERJADI?

    Mantan pelatih Manchester United Benni McCarthy tak segan melayangkan sindiran kepada eks bosnya, Erik ten Hag, mengenai perlakuan dia terhadap Amad Diallo. Diungkapkannya, juru taktik Belanda itu selalu beranggapan Antony adalah pemain terbaik.

  • Iklan
  • GAMBARAN BESAR

    Seperti diketahui, ten Hag dipecat Man United di awal-awal musim ini, dengan McCarthy bertindak sebagai asisten dia selama dua musim di Old Trafford.

    Ten Hag, dibeberkan McCarthy, lebih senang merekrut pemain kesukaannya sendiri tanpa mau mendengarkan masukan dari pihak lain, termasuk dirinya. Alasan ten Hag selalu memainkan pemain yang dia beli sendiri karena ingin membuktikan bahwa aktivitas transfer yang dilakukannya sukses meski aktualnya 'zonk'.

  • APA YANG DIKATAKAN?

    "Secara taktik, sang manajer merasa bahwa Antony adalah yang terbaik, pemain yang jauh lebih baik untuk pekerjaan yang dia inginkan, sebab dia mengenal Antony dari Ajax. Antony memang pemain dia, jadi dia berinvestasi padanya, dan klub mendukung ten Hag," beber McCarthy.

    "Jadi, tentu saja dia harus mendukung pemain yang dia boyong. Saya kira, itulah mengapa dia ngotot terus memainkan Antony. Itu karena dia tahu kapabilitas ketika Antony berada di kondisi terbaiknya," lanjutnya.

    "Lalu, Anda memiliki [Alejandro] Garnacho yang juga bermain bagus, mencetak gol. [Marcus] Rashford, di hari lain, bisa menghancurkan siapa pun. Lalu ada [Rasmus] Hojlund, yang Anda menghabiskan £70 juta padanya, jadi dia harus bermain," ungkapnya.

  • ENJOYED THIS STORY?

    Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

  • AMAD "DIKORBANKAN"

    "Alhasil, seseorang harus kehilangan [kesempatan], dan sayangnya itu adalah Amad. Sang manajer akan memilih pemain yang menurutnya mungkin jauh lebih mampu, secara taktis, defensif dan menyerang," pungkas McCharty.

0