"Secara taktik, sang manajer merasa bahwa Antony adalah yang terbaik, pemain yang jauh lebih baik untuk pekerjaan yang dia inginkan, sebab dia mengenal Antony dari Ajax. Antony memang pemain dia, jadi dia berinvestasi padanya, dan klub mendukung ten Hag," beber McCarthy.
"Jadi, tentu saja dia harus mendukung pemain yang dia boyong. Saya kira, itulah mengapa dia ngotot terus memainkan Antony. Itu karena dia tahu kapabilitas ketika Antony berada di kondisi terbaiknya," lanjutnya.
"Lalu, Anda memiliki [Alejandro] Garnacho yang juga bermain bagus, mencetak gol. [Marcus] Rashford, di hari lain, bisa menghancurkan siapa pun. Lalu ada [Rasmus] Hojlund, yang Anda menghabiskan £70 juta padanya, jadi dia harus bermain," ungkapnya.