Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
TOPSHOT-FBL-EUR-C1-BARCELONA-BRESTAFP

"Beda Klub, Beda Perlakuan!" - Malaga Mengutuk Keberhasilan Banding Barcelona Daftarkan Dani Olmo & 'Speak-Up' Situasi Mereka Dulu Yang Sama

  • Malaga membandingkan kasus mereka dengan Barca
  • Ada beda perlakuan tergantung klubnya
  • Banding soal pendaftaran Olmo jadi preseden buruk
  • APA YANG TERJADI?

    Pelatih Malaga Sergio Pellicer mengecam habis keberhasilan Barcelona dalam proses banding pendaftaran pemain mereka.

  • Iklan
  • GAMBARAN BESAR

    Setelah pihak LaLiga dan RFEF menolak penuh upaya Los Blaugrana dalam mendaftarkan Dani Olmo dan Pau Victor, namun Dewan Olahraga Tertinggi pada pekan ini mengabulkan banding klub Catalans.

    Sehingga, Olmo dan Victor bisa kembali bermain di final Piala Super Spanyol di Arab Saudi.

    Melihat skenario di atas, Pellicer menyuarakan protesnya mengingat betapa miripnya situasi Barca dibandingkan dengan ketika Malaga diblokade total dari pendaftaran Shinji Okazaki pada 2019 silam.

  • APA YANG DIKATAKAN?

    "Ada sebelum dan sesudah," tegas Pellicer.

    "Sebelumnya adalah bahwa klub ini hidup selama dua tahun bersama 18 pemain profesional. Kami tidak mematuhi aturan dan kami dihukum. Dari dua musim itu, saya di sana selama satu setengah tahun. Ada ERE olahraga dan ERE lainnya untuk karyawan klub," lanjutnya.

    "Karena aspek olahraga juga memengaruhi aspek kelembagaan. Kami harus menyesuaikan diri dan melewati masa-masa sulit. Itu adalah masa lalu, kami membuat kesalahan dan kami patuh," cerita Pellicer.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • 'BEDA KLUB BEDA PERLAKUAN'

    Pellicer melanjutkan, persetujuan yang dilakukan Dewan Olahraga Tertinggi bisa jadi preseden buruk jika keputusan-keputusan semacam ini jadi tindakan permanen, mempertontonkan ketidakadilan yang nyata.

    "Akibatnya akan terlihat sekarang. Aturan tidak akan sama, beda klub beda perlakuan. Ini menandai masa lalu dan sekarang. Saya bisa bicara tentang sebelumnya karena saya telah menjalani satu setengah musim. Sekarang, tindakan pencegahan [yang dilakukan Dewan Olahraga Tertinggi pada LaLiga dan RFEF] sudah ada, dan langkah lain terbuka untuk klub-klub lainnya," sindir Pellicer.