Real Madrid v AC Milan - UEFA Champions LeagueGetty Images Sport

Luka Modric: Cristiano Ronaldo Sampai NANGIS Dilatih Jose Mourinho Di Real Madrid!

  • Karier Modric bersama Mourinho

    Menjelang musim terakhir Jose Mourinho memimpin Real Madrid, The Special One membawa Luka Modric ke Santiago Bernabeu dari Tottenham Hotspur pada Agustus 2012 dengan nilai transfer sekitar €30 juta. Modric langsung masuk ke skuad bertabur bintang yang dihuni nama-nama besar seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, dan Karim Benzema. Ia langsung memenangi trofi pada bulan pertamanya, saat menjalani debutnya pada leg kedua Piala Super Spanyol 2012 dengan mengalahkan Barcelona.

    Namun, musim 2012/13 berakhir dengan kekecewaan. Real Madrid harus puas finis di posisi kedua La Liga, tertinggal 15 poin dari Barcelona asuhan Tito Vilanova, kalah di final Copa del Rey dari Atletico Madrid, serta tersingkir di semifinal Liga Champions oleh Borussia Dortmund yang kala itu ditangani Jurgen Klopp.

  • Iklan
  • FBL-ESP-LIGA-REAL MADRID-REAL SOCIEDADAFP

    Belajar dari Zidane dan Ancelotti

    Meski hanya semusim bekerja dengan Mourinho, Modric kemudian menghabiskan 12 tahun berikutnya bersama Real Madrid dan mengoleksi segudang prestasi. Di bawah Zinedine Zidane, ia meraih tiga gelar Liga Champions beruntun pada 2016, 2017, dan 2018. Bersama Carlo Ancelotti, ia kembali mengangkat trofi Si Kuping Besar pada 2022 dan 2024.

    Di level internasional, Modric juga membawa Kroasia meraih medali perunggu Piala Dunia 2022 di bawah asuhan Zlatko Dalic. Dengan latar belakang bekerja bersama banyak pelatih top dunia, Modric tak ragu ketika diminta menyebut siapa yang paling keras di antara mereka.

  • Modric: Mourinho bikin Cristiano menangis di Real Madrid

    Dalam wawancaranya dengan Corriere della Sera, gelandang AC Milan itu memuji sekaligus menggambarkan ketegasan Mourinho. “[Dia] spesial, sebagai pelatih dan sebagai pribadi. Dialah yang menginginkan saya di Real Madrid. Tanpa Mourinho, saya tidak akan pernah tiba di sana. Saya hanya menyesal bekerja dengannya cuma satu musim,” ujar Modric.

    Bicara soal apa yang membuat Mourinho begitu sukses sebagai manajer, Modric bercerita bahwa mantan pelatih Chelsea, Manchester United, dan Inter Milan itu pernah membuat Cristiano Ronaldo menangis karena marah melihat CR7 tidak mengejar bek lawan dalam satu momen tertentu.

    “Saya pernah melihatnya membuat Cristiano Ronaldo menangis di ruang ganti. Seorang pemain yang selalu memberikan segalanya di lapangan, hanya karena sekali itu ia tidak mengejar bek sayap lawan,” ungkap Modric. “Mourinho sangat terus terang kepada pemain, dia jujur. Ia memperlakukan Sergio Ramos dan pemain baru dengan cara yang sama. Jika ada yang perlu disampaikan, dia akan mengatakannya langsung. Max [Allegri] juga seperti itu, dia akan mengatakannya di hadapan Anda jika ada yang salah. Kejujuran itu fundamental.”

  • ENJOYED THIS STORY?

    Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

  • AC Milan v US Sassuolo Calcio - Serie AGetty Images Sport

    Allegri juga ‘maestro’

    Setelah mengakhiri 13 tahun kariernya di Real Madrid dan bergabung dengan AC Milan secara gratis pada musim panas lalu, Modric tetap tampil impresif meski usianya sudah 40 tahun. Ia menjadi bagian penting kebangkitan Rossoneri yang kini berada di posisi kedua klasemen Serie A di bawah arahan Massimiliano Allegri.

    Modric menyebut Allegri sebagai seorang “maestro”, dengan berkata: “Dia punya kepribadian luar biasa. Sedikit mirip Ancelotti: sensitif, lucu, dan suka bercanda. Tapi di lapangan, sebagai pelatih, dia seorang maestro. Tak banyak yang memahami sepakbola seperti dirinya."

    "Saya tidak begitu mengenalnya, tetapi saya senang dia menjadi pelatih saya sekarang," pungkasnya.

    Modric dijadwalkan kembali beraksi di Serie A saat Milan bertandang ke markas Cagliari, Sabtu (3/1) dini hari WIB, sebelum menjalani dua laga dalam sepekan melawan Genoa dan Fiorentina.

0