"Lamine adalah sesuatu yang berbeda di permainan timnas. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa dia adalah pemain yang sangat muda," tutur de la Fuente.
"Dia itu bocah, dia berusia 17 tahun dan masih dalam fase pelatihan. Dia akan melalui momen-momen yang sangat sulit, di mana dia akan dipertanyakan," lanjut sang juru taktik.
"Ketika Anda melihat bahwa dia memiliki sentuhan itu, saya katakan bahwa dia tersentuh oleh tongkat Tuhan, di mana dia berbeda. Anak-anak seperti ini adalah pemain yang di usia 17 tahun tidak bisa dibandingkan dengan anak-anak sebayanya," kata sang pelatih lagi.
"Anak-anak seperti ini jauh lebih dewasa dengan tingkat tanggung jawab yang sangat penting, yang menafsirkan dan menerima setiap usulan dan situasi yang Anda usulkan ke mereka, karena mereka adalah sosok-sosok hebat," tambah de la Fuente.