"Itu adalah saat-saat paling sulit dalam hidup saya," ungkap pria 35 tahun itu kepada Foot Mercato.
"Itu adalah masa yang menegangkan bagi saya. Saya terpuruk, semuanya gelap. Sangat sulit untuk bisa bangkit kembali. Saya hancur dan membuat keputusan buruk, perlakuan buruk dan hal-hal buruk lainnya," bebernya.
"Itu sungguh amat sangat sulit. Sebagai pemain, Anda hanya ingin berada di sana lalu bermain. Namun, terkadang Anda mendengar cerita, orang-orang mengatakan, 'oh, dia masih saja cedera', 'dia harusnya pensiun' dan hal-hal seperti itu yang tidak mengenakkan," kata Carroll lagi.