Klub Serie A, Lecce, telah memulai proses hukum besar-besaran terhadap winger Lameck Banda dan klub Libya, Al Swehly, menyusul kepergiannya yang kontroversial. Presiden Saverio Sticchi Damiani bergerak agresif di tiga jalur hukum yang berbeda, dengan menuding adanya pemutusan kontrak yang tidak sah dan pelanggaran hak citra yang terang-terangan oleh pihak pembeli.
Lecce menggugat pemutusan sepihak
Klub kasta tertinggi Italia itu secara resmi telah menempuh jalur hukum atas pembangkangan winger Zambia tersebut setelah menganggap kepindahannya ke Libya tidak sah. Banda, yang kontraknya di Stadio Via del Mare masih berlaku hingga Juni 2027, gagal melapor untuk latihan pramusim di Austria sebelum bergabung dengan Al Swehly. Menurut La Gazzetta dello Sport, Lecce kini menuntut kompensasi finansial sekaligus sanksi disipliner yang tegas terhadap sang pemain dan tim barunya.
Iklan
Getty Images Sport
Tiga jalur hukum dibuka
Jajaran petinggi Giallorossi, yang dipimpin presiden Damiani, telah meluncurkan langkah hukum di berbagai jalur melalui Tribunal FIFA, Panel Arbitrase Nasional, dan badan perlindungan hak citra. Lecce mendesak FIFA untuk menyatakan pemutusan kontrak sepihak sang pemain batal demi hukum karena tidak adanya alasan yang sah, sambil menuduh Al Swehly menghasut terjadinya pelanggaran kontrak. Klub asal Salento itu juga menggugat sebuah video promosi yang dipublikasikan klub Libya tersebut pada 21 Agustus, dengan tuduhan penggunaan rekaman pertandingan tanpa izin.
Tribunal mempertimbangkan sanksi berat
Di kancah domestik, Lecce telah memulai proses disipliner di hadapan Panel Arbitrase untuk membekukan pembayaran gaji sang winger sejak 1 Juli tahun lalu karena pelanggaran kontrak. Ini menyusul penolakan awal FIGC untuk mengesahkan transfer tersebut sebelum FIFA memberikan izin sementara. Jika pengadilan memutuskan berpihak kepada Lecce, sang winger terancam larangan bermain dalam waktu lama, sementara Al Swehly bisa dijatuhi denda besar dan embargo di bursa transfer.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami
Lecce kini harus segera mengalihkan fokus mereka kembali ke urusan di lapangan saat bersiap menghadapi duel kandang krusial melawan Roma di Serie A akhir pekan ini. Pelatih kepala Eusebio Di Francesco harus menjaga stabilitas ruang ganti di tengah pertarungan hukum yang memanas dan gangguan dari bursa transfer yang mendekati penutupan. Putusan akhir dari badan peradilan FIFA akan menjadi tolok ukur penting bagi integritas kontrak di seluruh sepak bola Eropa.