Ada momen-momen dalam sepak bola yang melampaui batas-batas pertandingan dan gelar juara, lalu berubah menjadi titik balik yang mendefinisikan ulang sejarah itu sendiri. Apa yang dialami Lionel Messi menjelang final Piala Dunia 2026 bukanlah sekadar kesempatan baru untuk meraih gelar bersama Argentina, melainkan peluang nyata untuk menorehkan bab yang mungkin menjadi yang paling luar biasa dalam karier legendarisnya.
Pemain asal Argentina ini hanya berjarak satu pertandingan lagi untuk mempertahankan gelar Piala Dunia untuk kedua kalinya secara berturut-turut, dan pada saat yang sama ia mengincar tujuan yang lebih besar, yaitu Ballon d’Or kesembilan.
Di usia 39 tahun, Messi masih tampil seolah-olah waktu berhenti di puncak kejayaannya. Sementara dunia terbiasa melihat para pemain memasuki fase penurunan performa pada usia ini, kapten Argentina ini terus memimpin timnas negaranya ke pertandingan-pertandingan besar dan menjadi penentu di momen-momen krusial turnamen, sehingga kembali memunculkan pertanyaan yang dulu tampak mustahil beberapa tahun lalu: Apakah seorang pemain pada usia ini dapat kembali mendominasi perebutan Ballon d’Or?



