Spain v England: Final - UEFA EURO 2024Getty Images Sport

"Enggak Normal, Belum Pernah Ada Kejadian Seperti Ini" - Pelatih Spanyol Syok Lamine Yamal Mundur Akibat Ulah Barcelona

  • Yamal dilepas dari skuad Spanyol

    Lamine Yamal resmi dilepas dari skuad timnas Spanyol jelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Georgia dan Turki, dengan PSSI-nya Spanyol (RFEF) mengaku “terkejut” setelah menerima kabar mendadak soal prosedur medis yang dilakukan Barcelona terhadap sang pemain.

    Dalam pernyataan resmi, RFEF menulis: “Layanan Medis RFEF ingin menyampaikan rasa terkejut dan kecewa setelah mengetahui pada Senin, 10 November pukul 13:47. hari dimulainya pemusatan latihan resmi dengan tim nasional, bahwa pemain Lamine Yamal telah menjalani prosedur radiofrekuensi invasif untuk mengatasi nyeri pada area pubisnya di pagi hari yang sama. Prosedur ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada staf medis tim nasional, yang baru menerima laporan lengkap pada pukul 22:40 tadi malam, menyebutkan rekomendasi medis untuk beristirahat selama 7–10 hari. Menimbang situasi ini, dan dengan memprioritaskan kesehatan, keselamatan, serta kesejahteraan pemain, RFEF telah memutuskan untuk melepas sang pemain dari pemanggilan saat ini. Kami yakin ia akan pulih dengan baik dan berharap kesembuhan yang cepat dan sempurna.”

  • Iklan
  • GFX Luis de la Fuente Lamine YamalGetty/GOAL

    De la Fuente kebingungan dengan keputusan Barcelona

    Insiden ini dikhawatirkan akan kembali memanaskan hubungan antara RFEF dan Barcelona. Dalam wawancara dengan RNE Deportes pada Selasa (11/11) kemarin, bos timnas Spanyol Luis de la Fuente tak menutupi keterkejutannya.

    “Ada prosedur-prosedur yang terjadi di luar kendali federasi,” ujarnya. “Itu yang terjadi dan kami harus menerimanya. Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya. Ini bukan hal yang normal, dan kami semua sangat terkejut. Kami tidak menerima kabar apa pun, tidak tahu detailnya, dan ini soal kesehatan, jadi kami benar-benar kaget.”

    Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari setelah De la Fuente menegaskan keputusannya memanggil Yamal, yang sempat memicu ketegangan dengan pelatih Barca, Hansi Flick. Keduanya sudah saling sindir sejak September lalu, ketika Flick menuduh federasi “gagal menjaga” kondisi para pemain muda seperti Yamal setelah ia mengalami cedera saat tugas internasional.

    “Saya rasa jawabannya jelas. Saya menonton pertandingan terakhirnya, dan saya percaya dia dalam kondisi sempurna,” kata De la Fuente pekan lalu. “Pelatihnya sendiri mengatakan dia siap bermain. Dia sudah kembali ke level terbaiknya dan kami merayakannya. Dia akan bersama kami selama yang kami anggap diperlukan."

    "Menilai dari pertandingan [Barca] beberapa hari lalu, Lamine siap bermain. Kami punya dua pertandingan yang sangat penting untuk lolos ke Piala Dunia. Taruhannya besar dan kami ingin para pemain terbaik ada bersama kami.”

  • RFEF redam isu ketegangan dengan Barcelona

    Minggu (9/11) kemarin, Presiden RFEF Rafael Louzan berusaha menenangkan situasi dengan menyebut bahwa hubungan antara federasi dan Barcelona tetap baik-baik saja meski ada sedikit perbedaan pendapat. Dia mengklaim bahwa "Luis de la Fuente memiliki hubungan yang sangat baik dengan semua orang," sambil juga mengakui bahwa Flick "ingin pemainnya dalam kondisi sempurna." Louzan menyimpulkan dengan menyatakan bahwa percakapan lisan antara Flick dan De la Fuente tidak lebih dari "sekadar perbedaan pendapat kecil yang tidak akan memanas karena, dari sudut pandang kami, tidak ada ketegangan."

  • Club Brugge KV v FC Barcelona - UEFA Champions League 2025/26 League Phase MD4Getty Images Sport

    Barcelona berhati-hati soal cedera Yamal

    Menurut jurnalis Fernando Polo, Barcelona kini sedang menjajaki beberapa opsi terapi untuk menangani pubalgia yang dialami Yamal — cedera pangkal paha kronis yang sering menimbulkan rasa nyeri berkepanjangan, tapi terapi radiofrekuensi yang dilakukan pada wonderkid 18 tahun itu kabarnya membuat RFEF marah.

    Prosedur yang dijalani Yamal itu dilakukan dengan memasukkan arus listrik terkontrol melalui jarum halus, dipandu oleh sinar-X atau ultrasonografi untuk menargetkan dan menekan sinyal saraf penyebab rasa nyeri. Tindakan ini bersifat minimal invasif dan biasanya tidak memerlukan rawat inap.

    Jika proses pemulihan berjalan lancar tanpa komplikasi tambahan, Yamal diperkirakan sudah bisa kembali bermain untuk Barcelona saat melawan Athletic Bilbao di La Liga pada 22 November mendatang.

0