Hanya berselang 112 hari, Vissing kembali menghadapi Al Nassr, tetapi kali ini dari kursi pelatih Al Ittihad di Stadion Al Inma di Jeddah.
Meski keadaannya berbeda, seragam dan kompetisinya berubah, hasil akhirnya tak banyak berubah; pelatih muda itu membawa "Sang Kolonel" menang atas "Al Alami" dengan skor 2-1 dalam klasiko pekan kelima Liga Roshn, setelah timnya tampil luar biasa di babak pertama dan berhasil mencetak dua gol dalam 22 menit pertama.
Anda dapat membahas berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"
Yang menarik, kemenangan kedua Vissing bukanlah salinan yang sama persis dengan pertemuan pertama, tetapi mengusung prinsip yang sama, mulai dari membaca titik-titik kekuatan Al Nassr, menghalangi mereka dari ruang yang dibutuhkan, kemudian menghantam mereka di area yang mereka tinggalkan di belakang.
Karena itu, dua pertemuan Vissing melawan Al Nassr dalam 112 hari menjadi lebih dari sekadar dua kemenangan; pelatih asal Denmark itu membuktikan bahwa ia memiliki kunci khusus untuk menghadapi "Al Alami", baik saat ia melatih Gamba Osaka maupun saat ia tampil sebagai kepala staf teknis Al Ittihad, sehingga pengalaman singkatnya menghadapi Al Nassr berubah menjadi salah satu kendala taktik paling menonjol bagi klub Arab Saudi itu.