Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
SPOXSPOX
Diterjemahkan oleh

Kuliah bersama Jamal Musiala dan Steph Curry: Kisah istimewa Aaron Danks, asisten pelatih Kompany di Bayern Munich

Vincent Kompany bukan satu-satunya sosok muda yang datang ke FC Bayern musim panas ini. Ia juga membawa jajaran staf pelatih muda. Sang pelatih kepala berusia 38 tahun, sementara ketiga asistennya juga belum mencapai usia 40 tahun. Namun, ada pula sosok yang bisa dibilang berpengalaman: Aaron Danks. Usianya memang baru 39 tahun, tetapi ia sudah 24 tahun berkarier sebagai pelatih. Teman-temannya memanggilnya "Danksy". Kompany menyebutnya "salah satu pelatih paling berbakat di Inggris".

Lahir di Birmingham, Inggris, Danks menemukan panggilannya sejak dini. Pada usia 15 tahun, ia mulai melatih di Birmingham City, bahkan sampai putus sekolah menengah demi pekerjaan itu. Awalnya, Danks menangani olahraga masyarakat. Berbekal "sekantong bola, rompi latihan, dan tiket bus", seperti yang kemudian ia ceritakan, ia berkeliling kota untuk memimpin sesi latihan di sekolah dan kamp liburan.

Belakangan, Danks melatih di akademi Birmingham City sebelum bergabung dengan rival lokalnya, West Bromwich Albion. Di sana, Danks bertemu Dan Ashworth, salah satu sosok paling brilian dalam sepak bola Inggris. Ashworth, yang baru-baru ini menjadi direktur olahraga Manchester United, sebelumnya tampil cemerlang di Brighton & Hove Albion dan Newcastle United, serta membawa federasi sepak bola Inggris memasuki era modern.

Pada 2013, Ashworth pindah dari West Brom ke FA. Sebagai direktur pengembangan, ia menciptakan "England DNA", dokumen strategi untuk sepak bola usia muda Inggris yang menjadi landasan bagi kesuksesan di kemudian hari. Ketika tiba waktunya mengisi posisi-posisi yang baru dibentuk, Ashworth teringat kepada Danks dan menjadikannya pelatih penguasaan bola untuk tim-tim nasional kelompok umur.

  • SPOXimago images

    Musiala, Bellingham, Steph Curry: "Kuliah" Danks di FA

    Bersama tim U-20, Danks meraih gelar juara Piala Dunia pada 2017 dalam peran tersebut. Di tim U-21, ia bekerja dengan talenta seperti Jude Bellingham, Emile Smith Rowe, dan Jamal Musiala. Musiala pada akhirnya memilih berkarier bersama tim nasional Jerman. Kini, di Bayern Munich, Danks kembali bertemu dengan mantan anak asuhnya. "Saya sangat menantikan untuk bertemu Jamal lagi," ujarnya dalam wawancara dengan media klub. "Dia pemain yang sangat berbakat dan juga pribadi yang menyenangkan."

    Selama bekerja di FA, masa yang kelak disebut Danks sebagai "kuliah"-nya, ia tak hanya bertemu dengan pesepakbola hebat, tetapi juga bintang dari cabang olahraga lain. Untuk mengembangkan diri, misalnya, ia pergi ke Amerika Serikat guna mempelajari rahasia kesuksesan tim NBA Golden State Warriors. "Entah bagaimana, Aaron berhasil menghabiskan satu hari penuh bersama para pelatih GSW," kata Matt Crocker, rekan kerjanya di FA saat itu. "Satu jam sebelum dimulainya pertandingan penting di babak play-off, ia menyaksikan Steph Curry berlatih tembakan tiga angka bersama pelatih pribadinya, lalu bahkan bisa masuk ke ruang ganti."

    Pengalaman itu membuka cakrawala baru bagi Danks. "Kita mengesampingkan aspek taktik dan teknik, lalu hanya berfokus pada cara melatih, bagaimana para pelatih mengeluarkan kemampuan terbaik para pemain," tuturnya.

  • SPOXgetty

    Danks dan Kompany: Dua bulan di Anderlecht, kini di Bayern Munich

    Pada 2021, Danks menuntaskan pendidikannya di FA setelah lima tahun, boleh dibilang setara dengan meraih gelar master. Sosok di balik kepergiannya adalah Vincent Kompany. Pria Belgia itu mengenal Danks semasa masih di Manchester City dan kemudian mengajaknya ke RSC Anderlecht, tempat Kompany baru mulai menimba pengalaman sebagai pelatih kepala. Kerja sama mereka hanya berlangsung dua bulan. Setelah itu, Danks kembali ke Inggris sebagai asisten pelatih Aston Villa, mula-mula di bawah Dean Smith, lalu Steven Gerrard, dan akhirnya Unai Emery.

    Danks sempat memimpin tim sebagai pelatih sementara dalam dua pertandingan, termasuk saat menang 4-0 atas FC Brentford. "Dia mengesankan," puji pemain Villa, Leon Bailey, setelahnya. "Dia mengambil tanggung jawab dalam waktu yang sangat singkat dan menyampaikan dengan sangat jelas apa yang dia inginkan dari kami." Setelah satu setengah tahun menjadi asisten Michael Carrick di klub divisi dua FC Middlesbrough, Danks kini kembali bekerja bersama Kompany.

    Dalam staf pelatih baru FC Bayern, Danks terutama bertanggung jawab atas perencanaan latihan harian. Sementara itu, Rene Maric (31), yang sebelumnya melatih tim U19, akan lebih berfokus menyusun rencana pertandingan. Floribert Ngalula (37), yang juga pernah bekerja bersama Kompany di Anderlecht, disiapkan sebagai penghubung komunikasi dengan tim.

  • Aaron Danks: Perjalanan kariernya

    PeriodeKlubJabatan
    2000 hingga 2005Birmingham CityPelatih tim junior
    2005 hingga 2016West Bromwich AlbionPelatih tim junior
    2016 hingga 2021InggrisPelatih tim junior
    2021RSC AnderlechtAsisten pelatih
    2021 hingga 2022Aston VillaAsisten pelatih
    2022 hingga 2024Middlesbrough FCAsisten pelatih
    sejak 2024Bayern MunichAsisten pelatih
  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google