Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Halaman ini berisi tautan afiliasi. Ketika Anda melakukan pembelian melalui tautan yang disediakan, kami dapat memperoleh komisi.
Gabriel-Martinelli-Al-HilalAl-Hilal (X)

Diterjemahkan oleh

Krisis atau Solusi? Martinelli, "Transfer" yang Memicu Perdebatan Setelah Kedatangannya di Al Hilal

Kedatangan pemain Brasil, Gabriel Martinelli, ke skuad Al Hilal dari Arsenal memicu kontroversi di kalangan suporter tim, bukan karena nama atau kemampuan pemain, melainkan karena posisinya di dalam lapangan.

Martinelli piawai bermain di posisi sayap kiri, posisi yang sama dengan yang ditempati pemain Belanda, Crysencio Summerville, sehingga pertanyaan pun langsung muncul: mengapa Al Hilal mengontrak dua pemain sayap yang menempati posisi yang sama? Dan apakah tim benar-benar membutuhkan transfer baru di posisi ini?

Namun, melihat transfer ini dari sudut pandang yang lebih luas mengungkap bahwa pemilihan Martinelli mungkin tidak hanya terkait dengan posisi utamanya, melainkan dengan kemampuan teknis dan taktis yang dimilikinya, yang memberinya kemampuan untuk mengisi lebih dari satu peran dalam sistem Al Hilal.

  • Arsenal FC v Como Calcio - Pre-Season FriendlyGetty Images Sport

    Martinelli: Senjata Serba Bisa di Berbagai Posisi

    Memang benar bahwa sayap kiri adalah posisi di mana Martinelli tampil gemilang selama beberapa periode dalam kariernya bersama Arsenal, tetapi ia bukan pemain yang terpaku pada satu posisi di dalam lapangan.

    Pemain asal Brasil itu juga mampu bermain di sayap kanan, dan ia bisa pula dimanfaatkan dalam peran-peran ofensif yang lebih sentral, di antaranya sebagai penyerang bayangan, sesuatu yang memberi tim pelatih ruang lebih besar dalam menggunakannya sesuai kebutuhan setiap pertandingan.

    Di sinilah nilai transfer ini terlihat bagi Simone Inzaghi; pelatih asal Italia itu tidak mendapatkan pemain yang duduk di satu kotak tetap pada papan taktik, melainkan seorang pemain sayap yang mampu bergerak, mengubah posisinya, dan masuk ke berbagai area di lapangan.

    Baca juga: Serangan mematikan, tetapi: Akankah Salem Al-Dawsari bertahan bersama Al-Hilal?

  • Iklan
  • Al Hilal v Al Ahli - Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

    Rahasia dalam Transisi Cepat

    Salah satu kekuatan utama Martinelli adalah kemampuannya mengelola ruang dan bertransisi dengan cepat dari kondisi bertahan ke menyerang.

    Pemain Brasil itu memiliki kecepatan dan akselerasi saat membawa bola, di samping kemampuan memanfaatkan ruang di belakang lini lawan, karakteristik yang bisa memberinya peran penting dalam gaya bermain Al Hilal, terutama ketika tim membutuhkan pemain yang mampu mengubah penguasaan bola atau perebutan bola menjadi serangan cepat dan berbahaya.

    Selain itu, pergerakannya yang terus-menerus memberinya kemampuan untuk menarik para bek dan membuka ruang bagi rekan-rekannya, alih-alih hanya mengandalkan penetrasi individu dari sisi lapangan.

    Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"

  • Al Hilal v Al Ahli - Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

    Samberville dan Martinelli: Serupa atau Saling Melengkapi?

    Kehadiran Crysencio Summerville dalam tim tidak serta-merta berarti bahwa datangnya Martinelli akan menyebabkan kepadatan di sayap kiri, sebab pemain Belanda itu sendiri memiliki fleksibilitas yang memungkinkannya bergerak di lebih dari satu posisi, sehingga kehadiran duet ini justru dapat memberi Inzaghi beragam opsi taktis, alih-alih menjadi pengulangan atas satu tipe pemain.

    Pelatih Italia itu bisa mengandalkan salah satunya di sayap, sementara yang lain bergerak ke sisi berlawanan atau ke ruang yang lebih dalam, sesuai dengan karakter pertandingan dan cara bertahan lawan.

    Hal terpenting dari perekrutan Martinelli dan Summerville oleh Al Hilal bukan hanya kemampuan keduanya menciptakan ancaman ofensif, melainkan juga karena mereka memiliki sejumlah karakteristik yang sesuai dengan tuntutan sepak bola modern.

    Al Hilal tidak mencari seorang pemain sayap yang hanya menunggu bola di garis lapangan lalu berusaha menembus lawan, melainkan pemain yang mampu terlibat dalam pembangunan serangan, melakukan pressing, memberikan bantuan bertahan, kemudian beralih dengan cepat ke serangan saat merebut bola.

    Dari sudut pandang ini, transfer Martinelli tampak lebih dari sekadar perekrutan pemain sayap kiri baru.

    Ini adalah upaya Al Hilal untuk membangun lini serang yang memiliki kecepatan, fleksibilitas, serta kemampuan menembus dan membongkar pertahanan, di samping komitmen terhadap peran-peran bertahan dan menyerang.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Krisis atau solusi?

    Perekrutan Martinelli oleh Al Hilal mungkin terlihat pada pandangan pertama seolah menciptakan krisis karena kehadiran Somerville di posisi yang sama, tetapi keserbagunaan posisi pemain Brasil itu dan kemampuannya bergerak di lebih dari satu peran membuat gambarannya sama sekali berbeda.

    Pada akhirnya, transfer ini mencerminkan kepercayaan Inzaghi dan manajemen olahraga terhadap kemampuan Martinelli, serta mengungkap keinginan Al Hilal untuk memiliki pemain yang pengaruhnya tidak terikat pada satu posisi saja. Dengan demikian, pertanyaan yang sesungguhnya bukanlah: "Mengapa Al Hilal merekrut sayap kiri lain?"

    Melainkan: "Bagaimana Inzaghi akan memanfaatkan kehadiran dua pemain sayap yang mampu bermain di lebih dari satu posisi dengan efektivitas yang sama, baik secara ofensif maupun defensif?"

    Dan di sinilah tepatnya transfer yang menimbulkan kontroversi saat diumumkan itu bisa berubah, dari krisis dalam pembagian posisi menjadi salah satu kartu taktis terpenting Al Hilal pada musim baru.