Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FBL-EUR-C1-REAL MADRID-INTER MILANAFP
Diterjemahkan oleh

Keruntuhan Vinicius menempatkan Madrid dan Mourinho dalam dilema sulit

Hal ini sulit dibayangkan sekitar dua tahun lalu, namun situasi Vinicius Junior di Real Madrid saat ini sedang melewati fase yang sangat sensitif.

Dalam laporannya, surat kabar Sport menyebutkan bahwa pemain asal Brasil itu telah menjadi sasaran kritik, bahkan dari suporter timnya sendiri, dan beberapa pekan yang sangat sulit menantinya.

Kini klub dan Jose Mourinho dituntut untuk menemukan solusi atas masalah tersebut, jika tidak, situasinya bisa menjadi tidak dapat dipertahankan lagi.

Laga melawan Roma di Stadion Olimpico menjadi satu langkah tambahan dalam jalur kemunduran yang dialami penyerang Brasil tersebut, sejak insiden terkenal terkait Ballon d'Or 2024, ketika ia menyaksikan Rodri merebut penghargaan itu darinya setelah sebelumnya ia yakin bahwa dirinya sudah berada beberapa langkah dari meraihnya.

Kehilangan bola yang ia lakukan pada momen gol kedua tim besutan Gian Piero Gasperini membuat seluruh perhatian tertuju sepenuhnya kepadanya.

Mourinho bahkan tidak berusaha menyembunyikan kekesalannya; gestur-gesturnya terhadap pemain tersebut dan terhadap orang-orang yang berada di bangku cadangan, ketika ia kembali memperagakan momen itu, lalu keputusannya untuk menarik Vinicius keluar, sudah cukup untuk menyampaikan pesan yang jelas.

  • AS Roma v Real Madrid C.F. - UEFA Champions League 2026/27 League Phase MD2Getty Images Sport

    Masalah yang menghantui Mourinho

    Meski pelatih asal Portugal itu kemudian bersikeras membela Vinicius dalam konferensi pers, serta berusaha meredam kemarahan pemain Brasil tersebut akibat ditarik keluar, Mourinho sangat menyadari bahwa situasinya tidak mudah.

    Dari sisi posisinya di dalam tim, Vinicius merupakan pemain yang sulit untuk dikurangi menit bermainnya. Namun melihat levelnya saat ini, ia semestinya berada di belakang sejumlah pemain lain, bahkan hal ini memunculkan pertanyaan apakah beberapa pemain tim yang sejauh ini masih terpinggirkan layak ditempatkan di atasnya dalam urutan pilihan.

    Dengan hasil-hasil positif yang terus berlanjut, Mourinho masih bisa menerima keputusan mempertahankan Vinicius di dalam lapangan. Namun begitu pelatih Portugal itu merasa timnya berpotensi mengalami kerugian yang lebih besar, salah satu keputusan pertamanya adalah menyingkirkan pemain tersebut.

    Hal itu ia lakukan ketika membiarkannya di bangku cadangan saat menghadapi Villarreal, dalam laga yang harus dimenangkan Real Madrid setelah kejutan kekalahan di derbi dan kritik yang menyusul setelahnya.

    Ia mengulangi hal yang sama saat melawan Roma, ketika menjadikannya pemain pertama yang ditarik keluar setelah kesalahannya, dengan kesadaran bahwa timnya dituntut untuk membalikkan hasil pertandingan.

  • AS Roma v Real Madrid C.F. - UEFA Champions League 2026/27 League Phase MD2Getty Images Sport

    Vinicius membatasi opsi taktis Mourinho

    Vinicius pun berubah menjadi pemain yang membatasi tim dan menjadi beban ketika berada di dalam lapangan. Mourinho sendiri mengakui hal itu dalam konferensi pers, menjelaskan bahwa Gasperini membongkar pertahanan Real Madrid melalui sisi tersebut, setelah menekan Cucurella yang tidak mendapat bantuan dari rekannya di sayap.

    Pelatih asal Portugal itu melakukan pertukaran posisi antara Vinicius dan Diomande di sisi lapangan, demi menghentikan pendarahan, tetapi ketika situasi semakin sulit, ia tidak punya pilihan selain langsung menarik pemain Brasil itu keluar lapangan.

    Sementara dari sisi defensif, Vinicius nyaris tidak hadir sama sekali, dan itu merupakan poin yang sudah diketahui pelatihnya saat ini sejak awal.

    Bukan suatu kebetulan bahwa Mourinho juga memanfaatkan titik lemah ini saat Real Madrid berhadapan dengan Benfica pada musim lalu. Dan ketika ia mengambil alih kursi kepelatihan Los Blancos, ia menegaskan bahwa masa di mana Jude Bellingham harus bertahan seolah-olah menjadi bek kiri tambahan telah berakhir.

    Kondisi Vinicius sedikit banyak mirip dengan kondisi Kylian Mbappe, dengan perbedaan bahwa pemain Prancis itu masih memberikan kontribusi ofensif yang levelnya bahkan tidak bisa diimpikan oleh pemain Brasil itu untuk disamai saat ini.

    Di lini serang, Vinicius tidak mencetak gol, tidak menciptakan peluang, dan tidak berhasil membuat lawan kebingungan. Tidak ada lagi yang tersisa dari pemain yang membuat dunia terkagum-kagum beberapa tahun lalu.

    Di atas semua itu, sanksi terakhir yang dijatuhkan kepadanya karena menjambak rambut salah satu pemain lawan akan membuatnya absen dari lapangan untuk beberapa pertandingan liga.

    Hal itu bisa jadi menguntungkan Mourinho, karena memberinya kesempatan untuk lebih berani dalam pilihan-pilihan taktisnya, tanpa harus memainkan pemilik nomor punggung 7 di Real Madrid apa pun keadaannya.

    Dengan demikian, winger Brasil itu hanya akan memiliki dua pertandingan Liga Champions melawan Leipzig dan AEK Athena pada bulan depan untuk mencoba mengembalikan performanya dan memperbaiki arah kariernya.

  • Real Madrid v Villarreal CF - LaLiga EA Sports 2026/27Getty Images Sport

    Real Madrid tidak akan bersabar pada Vinicius

    Dalam kasus Vinicius, tidak bisa diabaikan bahwa ia sedang melalui masa sulit di luar lapangan, dan hal itu bisa memengaruhi levelnya, sebagaimana bisa terjadi pada siapa pun dalam hidup ini.

    Namun, masalah pemain ini terletak pada kenyataan bahwa Real Madrid dan para pendukungnya tidak menunggu siapa pun. Bintang Brasil itu telah menerima kritik dari para suporter di Stadion Santiago Bernabeu pada beberapa kesempatan, dan ia sendiri mengakui bahwa hal tersebut tidak membantunya.

    Akan tetapi, masalah klub jauh melampaui sekadar mencatat ketidakpuasan suporter atas menurunnya level salah satu bintang paling menonjol di tim. Kita berada di hadapan sebuah dilema struktural di dalam klub.

    Semua orang masih mengingat insiden ketika pemain itu terlibat konfrontasi dengan Xabi Alonso, saat manajemen Real Madrid mengambil keputusan untuk berdiri di sisi pemain, yang secara praktis berujung pada pengorbanan sang pelatih.

    Real Madrid memberi Vinicius pengaruh yang tampaknya tidak sepadan dengan apa yang ia tampilkan di atas lapangan, dan perpanjangan kontraknya pada musim panas hanya semakin menegaskan hal itu.

    Kontrak pemain itu dengan Los Blancos berlaku hingga tahun 2032, ketika ia hampir memasuki usia 32 tahun. Kita berbicara tentang enam musim tambahan bagi seorang pemain yang memiliki salah satu kontrak terbesar di tim, meski nilai pasarnya terus menurun.

    Nilai pasarnya telah turun sebesar 70 juta euro sejak tahun 2024, dan ia juga tidak berhasil menyatu dengan bintang-bintang lain di tim.

    Di atas semua itu, Vinicius kini menjadi faktor yang membatasi pilihan taktis Mourinho, yang terlihat sangat berbeda dari citranya yang biasa, seolah-olah ia khawatir harus menghadapi masalah ini secara langsung.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
Pertandingan berikutnya