Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
كريستيانو رونالدو - Cristiano Ronaldo - Kooora OnlyKooora
Diterjemahkan oleh

Keputusan yang Terlalu Lama Tertunda: Rahasia di Balik Pensiun Mengejutkan Cristiano Ronaldo

Ini bukan sekadar akhir dari sebuah perjalanan internasional, melainkan momen perpisahan bagi seorang pria yang namanya terikat dengan babak-babak terbesar sepak bola Portugal, serta memanggul mimpi negaranya di atas pundaknya selama lebih dari dua dekade.

Cristiano Ronaldo, yang terbiasa menumbangkan rekor dan menolak menyerah pada waktu, akhirnya tiba di titik yang sejak lama mendekatinya, untuk mengakhiri perjalanannya bersama kostum Portugal pada usia 41 tahun, meninggalkan sebuah warisan yang sulit untuk diulang.

Namun di balik keputusan mengejutkan ini, tersimpan sebuah kisah panjang berisi tantangan dan perhitungan, dan mungkin alasan-alasan yang belum terungkap ke publik.

  • FBL-EUR-NATIONS-DEN-POR-TRAININGAFP

    Krisis Jesus: percikan yang mempercepat akhir perjalanan internasional

    Krisis yang muncul antara Cristiano Ronaldo dan rekan senegaranya, Jorge Jesus, pelatih kepala timnas Portugal saat ini, menjadi salah satu faktor paling menonjol yang membayangi masa depan sang kapten timnas, setelah perselisihan teknis berubah menjadi konfrontasi terbuka yang berakhir dengan kepergian bintang Portugal itu dari pemusatan latihan negaranya, sebelum ia kemudian mengumumkan niatnya untuk mengakhiri karier internasionalnya selepas jeda saat ini.

    Baca juga: Mengapa Al Ahli Saudi mengurungkan niat memecat Pusic?

    Krisis itu bermula ketika Jesus membiarkan Ronaldo duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan melawan Norwegia, meskipun pelatih tersebut sebelumnya telah memberitahunya bahwa ia bisa bermain selama sekitar 30 menit, sebelum ia mengurungkan niat menurunkannya karena alasan taktis.

    Ronaldo menganggap pelatihnya tidak menepati kesepakatan di antara mereka, kemudian perselisihan itu meningkat setelah Jesus berbicara kepada media dengan cara yang tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati dalam sebuah pertemuan khusus antara keduanya.

  • FBL-EUR-NATIONS-DEN-PORAFP

    Menjaga Warisan

    Keputusan Cristiano Ronaldo untuk mengakhiri perjalanan internasionalnya tampaknya tidak hanya berkaitan dengan perselisihan terakhir, tetapi juga terkait dengan keinginannya untuk menjaga citra bersejarah yang telah ia ciptakan dengan seragam timnas Portugal selama lebih dari dua dekade.

    Sang legenda Portugal telah meraih pencapaian luar biasa bersama negaranya, terutama gelar Piala Eropa 2016 dan dua gelar UEFA Nations League pada 2019 dan 2025, serta menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional dengan koleksi 146 gol.

    Dengan usianya yang menginjak 41 tahun, Ronaldo menyadari bahwa melanjutkan karier di lapangan membawa tantangan fisik dan teknis yang semakin besar, dan mungkin ia tidak ingin tahun-tahun terakhirnya bersama timnas berubah menjadi pemandangan yang jauh dari citra yang biasa dilihat dunia.

    Oleh karena itu, pensiun dari tim nasional baginya mungkin merupakan upaya untuk mengakhiri perjalanan pada waktu yang ia anggap tepat, sembari menjaga warisan yang sulit ditiru oleh pemain mana pun.

  • Norway v Portugal - UEFA Nations League 2026/27 Group A4 MD2Getty Images Sport

    Ronaldo menyadari kenyataan!

    Di usianya yang ke-41, Cristiano Ronaldo tak lagi memiliki kemampuan fisik yang sama seperti yang membantunya mendominasi selama bertahun-tahun, dan level teknisnya pun tak lagi sekonsisten dan seberpengaruh seperti yang biasa ia tampilkan di puncak kariernya.

    Meski masih mampu mencetak gol dan membuat perbedaan di sejumlah pertandingan, tuntutan persaingan di level tertinggi menjadi kian berat seiring bertambahnya usia, dan inilah yang mungkin mendorongnya untuk mengevaluasi ulang masa depannya di level internasional.

    Kapten Portugal itu mungkin menyadari bahwa fase mendatang tidak akan mudah, dan bahwa ia tak akan mampu memberikan kontribusi yang sama seperti yang biasa ia berikan untuk tim nasionalnya, terutama dengan meningkatnya level persaingan dan munculnya generasi baru para pemain.

    Dari sudut pandang inilah, pilihannya untuk menjauh dari timnas bisa jadi merupakan upaya mengakhiri perjalanan internasionalnya sebelum citranya kian merosot, sekaligus memberi ruang bagi bakat-bakat muda untuk memikul tanggung jawab dan melanjutkan menorehkan sejarah Portugal.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google
  • Al Nassr v Al Kholood - Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

    Menghemat energi demi mimpi terakhir

    Masih ada tantangan luar biasa yang ingin diwujudkan Ronaldo sebelum menutup tirai karier sepak bolanya, yaitu mencapai gol ke-1000, sehingga ia menjadi pemain pertama dalam sejarah sepak bola yang mencapai angka cetak gol legendaris tersebut.

    Seiring mendekati usianya yang ke-42, menjaga kesiapan fisik dan mengelola tenaganya menjadi hal yang semakin penting, terutama karena melanjutkan permainan di level tinggi menuntutnya untuk bersikap hati-hati dengan kemampuan fisiknya.

    Mengakhiri perjalanan internasionalnya mungkin menjadi bagian dari rencana Ronaldo untuk menghemat energinya dan lebih fokus pada penampilannya bersama klubnya, serta mengurangi beban perjalanan dan laga-laga internasional, agar ia memberi dirinya kesempatan lebih lama untuk mengejar mimpi seribu gol.

    Setelah meraih hampir segalanya dengan kostum Portugal, tampaknya sang legenda ingin mengarahkan sisa kariernya menuju angka yang bisa membuat akhir perjalanannya semakin luar biasa.

  • FBL-POR-RONALDOAFP

    Keputusan yang terlalu lama tertunda

    Ronaldo diperkirakan akan mengakhiri kariernya di level internasional seusai Piala Dunia 2022, terutama setelah tersingkir dari turnamen tersebut pada babak perempat final melawan Maroko, dalam salah satu momen tersulit sepanjang perjalanannya bersama timnas Portugal.

    Namun bintang Portugal itu menolak menyerah pada gagasan untuk mengakhiri karier, dan bersikeras melanjutkan perjalanannya, dengan keyakinan akan kemampuannya memberikan lebih banyak lagi dengan seragam negaranya, terutama meraih gelar Piala Dunia 2026.

    Keputusannya saat itu menjadi penegasan atas keinginannya untuk menunda pensiun, yang berbuah pada berlanjutnya pemecahan rekor demi rekor, serta kontribusinya dalam membawa Portugal meraih gelar UEFA Nations League 2025.

    Namun setelah beberapa tahun tambahan memberikan kontribusi, dan dengan usianya yang mendekati 42 tahun, tampaknya Ronaldo kini semakin yakin bahwa waktunya telah tiba untuk menutup babak internasional dalam kariernya, setelah ia memberikan kepada timnas negaranya lebih dari yang diperkirakan banyak orang.