Article continues below
Article continues below
Article continues below
AFPArticle continues below
Article continues below
Article continues below
Galatasaray harus mengerahkan seluruh kekuatan ofensifnya untuk menyingkirkan Juventus dalam laga play-off fase gugur Liga Champions menegangkan yang berakhir dengan agregat 7-5. Setelah Juventus mencetak tiga gol tanpa balas untuk menyamakan agregat menjadi 5-5 pada Kamis (26/2) dini hari WIB di Turin, pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan yang penuh ketegangan.
Di momen krusial itulah Victor Osimhen menunjukkan kelasnya. Ia mencetak gol penting pada masa injury time babak tambahan pertama untuk mengembalikan keunggulan Galatasaray, sebelum Baris Yilmaz memastikan kemenangan dan tiket ke babak 16 besar menjelang bubaran. Ketajaman serta mentalitas Osimhen kembali menjadi pembeda di panggung Eropa.
AFPDengan undian babak 16 besar dijadwalkan Jumat (27/2) sore WIB, Galatasaray berpotensi menghadapi Liverpool atau Tottenham Hotspur. Osimhen sebelumnya sudah berhadapan dengan Liverpool di fase liga musim ini, ketika penalti babak pertamanya memastikan kemenangan 1-0 yang bersejarah bagi Galatasaray di Istanbul.
Meski demikian, ia menyadari bahwa jika kembali dipertemukan, Liverpool asuhan Arne Slot kemungkinan datang dengan misi balas dendam. Saat ditanya apakah ia lebih memilih menghadapi Liverpool atau Tottenham, Osimhen mengatakan kepada CBS Sports: “Sejujurnya, bertemu Liverpool sekarang rasanya seperti semacam balas dendam. Siapa pun yang kami hadapi sekarang… saya tidak ingin banyak bicara, tapi saya ingin menghindari Liverpool. Namun jika mereka yang datang, ya, kami akan berjuang habis-habisan, tapi itu tidak akan mudah.”
Meski lebih memilih menghindari perjalanan ke Merseyside, Osimhen menegaskan bahwa Galatasaray memiliki “daya juang” untuk bersaing dengan tim-tim elite Eropa. Mantan penyerang Napoli itu menyadari bahwa pada tahap ini tidak ada lawan yang mudah.
“Ini Liga Champions, tidak ada tim yang mudah. Kita bisa lihat bagaimana Bodo/Glimt terbang tinggi di turnamen ini. Jika ingin juara, Anda harus menghadapi tim-tim besar dan membuat pernyataan. Kami sudah bertemu Liverpool, tapi belum bermain di Anfield,” tambahnya.
Getty Images SportProspek bermain di salah satu stadion paling ikonik di dunia tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun, di balik pengakuannya yang jujur, Osimhen tampak menikmati peluang tersebut. Galatasaray telah membuktikan mampu bersaing dengan tim-tim terbaik Liga Inggris, dan dengan striker sekelas Osimhen di lini depan, mereka bukan lawan yang bisa diremehkan.
Menutup komentarnya soal kemungkinan menghadapi sang juara bertahan EPL, Osimhen mengirim genderang perang: “Jika kami bertemu mereka, itu akan menjadi pertandingan yang luar biasa. Saya pikir kami siap menghadapi tantangan. Tentu tidak akan mudah, tapi kami punya semangat juang.”