Terlepas dari benar atau tidaknya pendekatan dari Man United dan Chelsea, Klopp sebelumnya sudah menegaskan posisinya soal melatih klub Inggris lain. Hubungan emosional yang ia bangun selama sembilan tahun di Liverpool menjadi garis batas yang tidak ingin ia lewati.
Dalam podcast Diary of a CEO, Klopp menyatakan: “Saya sudah bilang tidak akan pernah melatih tim lain di Inggris. Jadi kalaupun kembali, itu hanya untuk Liverpool. Secara teori mungkin saja. Saya mencintai pekerjaan saya sekarang, dan saya tidak merindukan melatih. Saya tetap melatih, hanya saja berbeda, bukan pemain.”
Selain loyalitas kepada The Reds, ketegasan Klopp untuk tak melatih klub Inggris lain juga merupakan pilihan gaya hidup. Pria 58 tahun itu secara terbuka mengakui ada aspek pekerjaan pelatih yang tidak ia rindukan.
Ia menambahkan: “Saya tidak merindukan berdiri di tengah hujan dua setengah atau tiga jam. Tidak merindukan konferensi pers tiga kali seminggu, atau 10-12 wawancara setiap pekan. Saya tidak merindukan itu. Saya tidak merasa akan berubah pikiran, tapi siapa tahu. Kami sedang membangun rumah, dan istri saya ingin ruang trofi besar. Ada satu ruangan kecil lain, dan saya bilang itu sudah cukup karena kami tahu berapa trofi yang kami punya, kami tidak akan menambah lagi. Mungkin terdengar arogan, tapi saya tahu saya bisa melatih tim sepakbola. Hanya saja saya tidak perlu melakukannya sampai hari terakhir hidup saya.”