Zirkzee memberikan kredit kepada Kompany karena telah membantu merealisasikan potensinya, sembari bercerita mengapa ia tak maksimal untuk The Bavarians: "Kompany pelatih yang menjelaskan begitu banyak hal kepada saya, soal sepakbola dan detail-detail terkecilnya. Setahun dilatihnya sangat penting bagi perkembangan saya - dan ia juga memastikan saya selalu bermain. Di Anderlecht, di bawah kepelatihan Kompany, saya membuat progres signifikan pada musim itu. Berbagai hal berjalan lebih lancar untuk saya. Selama di Bayern, saya bukan pemain yang seperti itu. Di sana, saya terlalu terkesima."
"Seharusnya saya lebih percaya pada diri sendiri. Saat itu, saya merasa saya cukup oke, tapi sekarang mentalitas saya berbeda. Entah bagaimana lagi menjelaskan ini, rasanya saat itu saya tak sampai separuhnya diri saya yang sekarang sebagai pemain. Saya pikir saya cukup bagus untuk langsung menjadi striker utama Bayern, tapi ternyata saya belum siap sama sekali. Mundur sejenak untuk mencari tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk sukses di level tertinggi adalah keputusan yang sangat bagus."