John-TerryGetty Images

John Terry Bongkar Aib 'Bad Boy' Chelsea: Diusir Avram Grant, Adu Jotos Dengan Andriy Shevchenko & Disebut Cuma Beruntung

Legenda Chelsea John Terry baru-baru ini membuka kembali lembaran lama yang penuh warna dari ruang ganti Stamford Bridge. Dalam sebuah sesi podcast, mantan kapten The Blues itu membeberkan kisah-kisah tak terduga mengenai salah satu mantan rekan setimnya yang ia sebut sebagai "bad boy" yang tidak biasa. Sosok tersebut adalah bek asal Israel Tal Ben Haim.

Ben Haim, yang bergabung dengan Chelsea pada era Jose Mourinho tahun 2007, ternyata memiliki riwayat konflik yang cukup eksplosif selama masa singkatnya di London Barat. Terry secara blak-blakan menyebut bahwa Ben Haim sebenarnya "sangat beruntung" bisa mendapatkan transfer ke klub sebesar Chelsea, mengingat statusnya yang sebelumnya hanya bermain untuk Bolton Wanderers.

Namun, bukan soal kualitas teknis yang menjadi sorotan utama cerita Terry, melainkan perilaku Ben Haim di tempat latihan. Mulai dari perseteruan terbuka dengan manajer Avram Grant hingga perkelahian fisik dengan striker bintang Andriy Shevchenko, Ben Haim tampaknya selalu menjadi pusat keributan.

Kisah-kisah ini memberikan pandangan langka ke dalam dinamika intens dan terkadang kacau di balik layar salah satu era tersukses Chelsea. Terry, bersama John Obi Mikel, mengupas tuntas bagaimana seorang pemain yang hanya tampil 13 kali bisa meninggalkan jejak anekdot yang begitu membekas.

  • Chelsea v Valencia - UEFA Champions LeagueGetty Images Sport

    Keberuntungan Transfer dan Keberanian Meminta Nomor Keramat

    Menurut Terry, kedatangan Ben Haim ke Chelsea pada 2007 adalah sebuah anomali. Terry secara jujur menilai bahwa bek tersebut "sangat beruntung" bisa direkrut oleh Mourinho setelah sebelumnya bermain di Bolton. Meski mereka berteman baik hingga hari ini, Terry tidak segan untuk menertawakan betapa tidak masuk akalnya situasi tersebut pada saat itu.

    Tingkat kepercayaan diri Ben Haim yang berlebihan bahkan sudah terlihat sejak hari pertamanya di klub. Ia dengan berani meminta untuk mengenakan nomor punggung 26, nomor yang sudah sangat identik dan sakral milik sang kapten, Terry. Alasannya sederhana: itu adalah nomornya saat di Bolton.

    Tentu saja, permintaan konyol itu langsung ditolak mentah-mentah oleh para pemain senior. Terry mengenang momen itu sebagai salah satu lelucon awal yang menunjukkan karakter unik Ben Haim. "Kami langsung memberitahunya ke mana dia harus pergi dengan permintaan itu," ujar Terry, menegaskan hierarki di ruang ganti Chelsea saat itu.

    Meski Ben Haim bersumpah akan bermain di posisi mana pun untuk Mourinho, nasibnya berubah drastis ketika Mourinho pergi hanya tiga bulan setelah kedatangannya. Pergantian manajer ini menjadi awal dari serangkaian konflik yang lebih serius.

  • Iklan
  • Chelsea Football Club at Adidas StoreGetty Images Sport

    Perang Saudara dengan Avram Grant

    Situasi Ben Haim berubah dari buruk menjadi bencana ketika Avram Grant, sesama orang Israel, ditunjuk menggantikan Mourinho. Bukannya menjadi aliansi yang kuat, hubungan kedua kompatriot ini justru digambarkan Terry "saling mencekik leher setiap hari."

    Keduanya sering terlibat adu mulut dalam bahasa Ibrani di tempat latihan, menciptakan suasana yang tegang dan tidak nyaman bagi pemain lain. Ketidaksukaan Ben Haim terhadap Grant begitu dalam hingga ia pernah menyatakan penyesalannya bergabung dengan Chelsea jika tahu Grant akan menjadi pelatihnya.

    Puncaknya adalah ketika Grant mengambil tindakan tegas dengan mengusir Ben Haim dari sesi latihan. Sang manajer melarang bek tersebut berlatih bersama tim utama dan secara efektif membuangnya dari skuad inti. "Anda tidak boleh masuk saat tim utama ada di sini," kenang Terry menirukan ucapan Grant.

    Pengasingan ini menjadi salah satu momen paling dramatis dalam karier singkat Ben Haim di Chelsea. Ia menjadi pemain buangan bukan karena kemampuan teknisnya, melainkan karena ketidakmampuannya untuk menjaga hubungan profesional dengan manajernya sendiri.

  • Chelsea v Watford - Premier LeagueGetty Images Sport

    Peran Terry Sebagai Penengah Konflik

    Di tengah kekacauan tersebut, peran Terry sebagai kapten benar-benar diuji. Melihat rekannya diasingkan dan suasana tim yang mulai terganggu, Terry memutuskan untuk mengambil inisiatif dan mengumpulkan seluruh pemain untuk menyelesaikan masalah ini.

    Terry memberikan ultimatum kepada Ben Haim. Ia meminta bek tersebut untuk menurunkan egonya dan berhenti berdebat dengan manajer jika ingin tetap menjadi bagian dari tim. "Jangan jadi orang menyebalkan," tegas Terry saat itu, mengingatkan bahwa musim tersebut sangat penting bagi Chelsea.

    Ia meyakinkan Ben Haim bahwa para pemain lain sebenarnya menginginkannya terlibat, namun sikap konfrontatifnya harus dihentikan. Terry menekankan pentingnya profesionalisme di atas ego pribadi demi kebaikan kolektif tim.

    Intervensi sang kapten membuahkan hasil. Grant akhirnya melunak dan mengizinkan Ben Haim kembali berlatih. Meski hubungan personal mereka mungkin tidak pernah pulih sepenuhnya, setidaknya Ben Haim bisa kembali menjalankan tugasnya sebagai pemain profesional di sesi latihan.

  • RUSSIA-FBL-RAILWAYS-CUP-MILANAFP

    Adu Jotos dengan Andriy Shevchenko

    Kisah "bad boy" Ben Haim tidak berhenti pada konflik dengan manajer. Obi Mikel, yang memandu podcast tersebut, menambahkan cerita lain yang tak kalah mengejutkan: perkelahian fisik antara Ben Haim dan Andriy Shevchenko.

    Insiden ini terjadi dalam sebuah sesi permainan lima lawan lima, yang menurut Mikel selalu menjadi momen paling panas dalam latihan. Ben Haim, dengan gaya mainnya yang agresif, terus-menerus melakukan tekel keras dan menendang rekan-rekannya, termasuk Shevchenko yang dikenal pendiam.

    Kesabaran Shevchenko akhirnya habis. Bintang asal Ukraina yang biasanya tenang itu "benar-benar kehilangan kendali" setelah menerima satu tendangan terlalu banyak. Ia bangkit dan langsung melayangkan pukulan ke arah Ben Haim.

    "Mereka berdua mulai saling memukul dan kami semua harus melompat masuk untuk memisahkan," cerita Mikel. Momen di mana seorang pemain cadangan berkelahi dengan striker bintang seharga mahal menjadi salah satu anekdot paling gila yang pernah terjadi di Cobham, markas latihan Chelsea.

  • Kaiser Chiefs v Manchester CityGetty Images Sport

    Akhir Karier yang Meredup

    Setelah serangkaian drama di dalam dan di luar lapangan, karier Ben Haim di Chelsea berakhir dengan cepat. Ia hanya mencatatkan total 13 penampilan untuk The Blues sebelum akhirnya dilepas ke Manchester City pada 2008, hanya satu musim setelah kedatangannya.

    Kepindahannya ke City tidak membawa kebangkitan yang diharapkan. Ben Haim justru menjadi pemain journeyman, berpindah-pindah klub di berbagai level kompetisi Inggris, mulai dari Sunderland, Portsmouth, West Ham, QPR, hingga Charlton Athletic.

    Ia tidak pernah benar-benar bisa mengulangi performa solid yang ia tunjukkan di Bolton, yang sempat membuat Mourinho terpikat. Reputasinya di Inggris perlahan meredup seiring dengan penurunan performanya di lapangan.

    Ben Haim akhirnya kembali ke Israel dan pensiun pada 2021 setelah mencatatkan 96 penampilan untuk tim nasionalnya. Meski kariernya di Chelsea singkat dan penuh gejolak, kisah-kisahnya tetap hidup sebagai bagian dari sejarah unik era kejayaan The Blues.

0