Dalam bincang-bincangnya di El Chiringuito, pakar sepakbola Spanyol Eduardo Inda membeberkan: "Ini adalah cerita yang sedikit aneh dan terasa tak nyata. Laporta memerintah bahwa Xavi harus diberitahu kalau tidak boleh melanjutkan kerjanya."
"Xavi lalu kembali dari laga Madrid dan mengatakan dia ingin lanjut, tapi Laporta tak berkenan," ungkapnya.
"Para petinggi klub membaca proyek Xavi dan memberi tahu dia bahwa para pemain komplain karena mereka tidak berlatih dengan baik, persiapan fisik mereka buruk. Ada tiga kartu merah diterima para pemain dan sembilan kartu kuning diterima Xavi, terlihat seperti tak profesional," lanjut Inda.
"Xavi kemudian melakukan tindakan penyesalan pada Laporta dengan memberitahu dia bahwa klub benar. Pada akhirnya, Laporta memberitahu Xavi bahwa lantara dia telah mengakui kesalahannya, 'Lamine menghargai Anda'," urai Inda, yang mengklaim bahwa Laporta telah memberi 'kuasa' pada Yamal untuk menentukan nasib Xavi.