Arsenal dan Porto akan reuni di malam fase knock-out awal Liga Champions.
Barcelona, AC Milan, Bayern Munich, Bayern Munich [lagi], Monaco, Barcelona [lagi], dan Bayern Munich [lagi dan lagi] adalah deretan klub yang menjadikan Arsenal pecundang dalam perjalanan Meriam London berada di babak gugur -- berkontribusi memberikan rasa patah hati mendalam yang menghantui era Arsene Wenger di klub.
Kendati demikian, musim ini, Porto yang akan menjadi lawan The Gunners dalam upaya mereka menghapus kutukan menggetirkan di putaran kedua UCL.
Kisah kekalahan 2-1 di Portugal tentu tak akan dilupakan Arsenal, di mana Nicklas Bendtner kemudian mengamuk dengan torehan hat-trick dia untuk membawa timnya pesta lima gol dan mengirim pasukan Wenger kala itu menembus perempat-final.
Manajer Mikel Arteta bertekad kuat mengulangi sejarah heroik itu musim ini sekaligus memutus kegetiran Arsenal dalam lebih dari sedekade setiap kali mereka berada di panggung knock-out kompetisi Eropa.
Terlebih, skuad Arteta dalam tren cemerlang dengan menyapu bersih lima laga terakhir dengan kemenangan, termasuk pesta 11 gol di dua pertandingan teraktual.
Namun, Porto tak bisa diremehkan. Kendati mereka di kancah domestik sedang tertatih-tatih bersaing di jalur juara, mereka menutup fase grup UCL dengan hasil-hasil yang cukup cemerlang.




