FBL-SERIE A-ITA-INTER-JUVENTUSAFP

Drama Diving Inter Milan Vs Juventus Berlanjut, Spalletti Malah BELA Bastoni Tapi Balas Omongan Chivu

  • Kontroversi Inter Milan vs Juventus

    Kontroversi bermula dari insiden yang melibatkan bek Inter Milan Alessandro Bastoni, yang dituduh melakukan simulasi alias diving untuk memancing kartu kuning kedua bagi bek Juventus Pierre Kalulu. Karena VAR tidak memiliki kewenangan untuk meninjau kartu kuning kedua, Bastoni lolos dari sanksi pada malam itu dan tidak akan menghadapi hukuman tambahan. 

    Bos Bianconeri Luciano Spalletti, yang terlihat meluapkan emosinya kepada wasit Federico La Penna di lorong stadion bersama CEO klub Damien Comolli setelah peluit panjang, sebenarnya sempat enggan mengomentari insiden itu. Namun, ketegangan antara kedua klub malah memuncak setelah manajer Nerazzurri Cristian Chivu secara terbuka mengkritik Kalulu. Spalletti pun terpancing dan akhirnya buka suara pada jumpa pers menjelang laga play-off Liga Champions, Senin (16/2).

  • Iklan
  • Chivu Spalletti Inter JuventusGetty Images

    Spalletti balas komentar Chivu soal Kalulu

    Menjelang laga Juventus kontra Galatasaray, yang dihelat Rabu (18/2) dini hari WIB, Spalletti dimintai tanggapan atas pernyataan Chivu yang menilai Kalulu turut bersalah dalam kontak tersebut. Sebelumnya, bos Inter itu mengatakan: “Saya pikir itu sentuhan ringan, tapi tetap saja sentuhan. Dalam situasi serupa di Liga Champions, saya selalu mengatakan kepada pemain saya agar tidak menempatkan diri dalam posisi yang memaksa wasit mengambil keputusan. Meski ringan, dan memang harus diakui itu ringan, pemain saya tetap merasakan sentuhan itu saat berlari dalam kecepatan penuh. Kalulu adalah pemain berpengalaman dan seharusnya tahu bahwa dalam situasi seperti itu, tangan harus dijaga.”

    Spalletti, yang jelas terlihat terusik oleh kritik terhadap anak asuhnya, tidak menahan responsnya. Mantan pelatih timnas Italia itu menilai tidak pantas seorang pelatih lawan secara terbuka menyoroti pemain rival.

    “Saya tidak ingin berbicara melebihi apa yang sudah disampaikan [owner Juventus John] Elkann dan para direktur," kata Spalletti. "Yang bisa saya katakan, Pierre adalah pribadi yang baik, orang yang santun, dan fakta bahwa ia mendapat sindiran dari pelatih lawan adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan. Itu bisa saja membuat saya membicarakan pemain Inter, dan saya tidak ingin melakukannya. Simulasi adalah pelanggaran terhadap nilai sepakbola, dan tugas saya adalah membawa tim ini ke level di mana hal seperti itu tidak bisa menentukan hasil pertandingan kami.”

  • Bastoni Kalulu La Penna Inter JuventusGetty

    Spalletti ajak Juventus fokus pada diri sendiri

    Spalletti juga menyinggung dampak psikologis kekalahan tersebut dan bagaimana timnya harus merespons situasi yang mereka anggap tidak adil. Ia menekankan pentingnya fokus pada performa sendiri, alih-alih terus memperdebatkan keputusan wasit.

    “Apa yang terjadi bukanlah hal terpenting, melainkan bagaimana Anda merespons ketika itu terjadi. Kami harus mampu membalikkan keadaan. Kami perlu berkembang agar tidak kebobolan gol seperti itu, dan setelahnya kami ingin langsung membalas. Ini adalah ujian kedewasaan. Besok juga akan menjadi ujian kedewasaan kami,” ujar Spalletti, mengalihkan perhatian pada laga kontra Galatsaray yang sudah di depan mata.

  • FBL-EUR-NATIONS-FRA-ITAAFP

    Spalletti justru bela Bastoni

    Menariknya, meski sempat mengecam keras situasi di lapangan, Spalletti justru mengambil sikap berbeda terkait Bastoni. Di tengah seruan agar bek Inter itu dicoret dari skuad timnas Italia karena dianggap menunjukkan perilaku tidak sportif dalam derbi, Spalletti memilih pendekatan yang lebih rasional.

    Ketika ditanya apakah tindakan Bastoni harus memengaruhi peluangnya bermain bersama Azzurri di Piala Dunia 2026, Spalletti menegaskan bahwa kontroversi level klub tidak semestinya menjadi dasar seleksi internasional. Ia juga menunjukkan respek penuh Gennaro Gattuso, pelatih timnas Italia pengganti dirinya.

    “Tentu saja, Gattuso harus bebas memanggil siapa pun yang ia inginkan. Sayangnya saya bukan lagi pelatih timnas, dan saya akan menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepadanya. Kami memiliki pelatih yang kuat, dan kita harus memberinya kebebasan untuk melakukan apa yang menurutnya benar,” jelas Spalletti.

  • Selanjutnya buat Inter Milan & Juventus

    Terlepas dari kontroversi di Derby d’Italia, perhatian kini beralih pada bagaimana kedua tim merespons laga-laga berikutnya. Juventus berupaya menyalurkan kekecewaan mereka ke leg pertama babak play-off Liga Champions, saat mereka bertamu ke markas Galatasaray besok Rabu (18/2). Inter Milan akan menjalani laga serupa dengan menghadapi Bodo/Glimt pada keesokan harinya.

0