lautaro martinez inter bologna 4 gennaio 2026Getty Images

Inter Milan 3-1 Bologna: Lautaro Martinez Menggila, Nerazzurri Tuntaskan Dendam Supercoppa Dan Kokoh Di Puncak Serie A

Inter Milan tampil perkasa di Giuseppe Meazza dengan mengamankan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Bologna dalam lanjutan Serie A, Senin (5/1) dini hari WIB. Laga ini menjadi misi balas dendam yang sukses bagi Nerazzurri setelah sebelumnya disingkirkan oleh lawan yang sama di ajang Supercoppa Italiana dan menelan kekalahan pahit pada pertemuan liga musim lalu. Pasukan Cristian Chivu tampil dominan sejak menit awal, menunjukkan determinasi tinggi untuk tidak membiarkan Rossoblu kembali menjadi batu sandungan dalam perburuan gelar juara.

Kunci kemenangan tuan rumah terletak pada efektivitas serangan yang dimotori oleh kapten mereka, Lautaro Martinez. Meski sempat mengalami insiden di mana tangannya terinjak di awal laga, striker Argentina itu menjadi inspirator utama dengan terlibat langsung dalam ketiga gol Inter. Dominasi Inter terlihat jelas dari statistik penguasaan bola dan jumlah peluang yang diciptakan, membuat Bologna kesulitan mengembangkan permainan mereka sepanjang 90 menit.

Hasil positif ini memiliki makna ganda bagi Inter Milan. Selain menuntaskan dendam, tiga poin ini sangat krusial untuk menjaga posisi mereka tetap aman di puncak klasemen sementara Serie A, menjauh dari kejaran para rival. Bagi Bologna, kekalahan ini memutus tren positif mereka dan menjadi evaluasi berat bagi pelatih Vincenzo Italiano, mengingat gol hiburan dari Santiago Castro di menit akhir tidak cukup untuk menyelamatkan wajah tim tamu dari kekalahan telak.

  • Lautaro Martinez Menahan Sakit demi Rekor Sejarah

    Lautaro menjadi sorotan utama dalam laga ini. Meski jari tangannya sempat terinjak oleh pemain lawan, Torbjorn Heggem, di menit-menit awal pertandingan, sang kapten menolak untuk diganti. Rasa sakit itu justru dibayar tuntas dengan performa yang luar biasa, di mana ia mencetak satu gol lewat sundulan keras dan memberikan kontribusi nyata dalam proses gol rekan-rekannya.

    Gol yang dicetaknya ke gawang Bologna memiliki arti spesial dalam buku sejarah Inter. Dengan torehan ini, Lautaro telah mencatatkan tujuh musim berbeda dengan mencetak 10 gol atau lebih di liga. Catatan ini membuatnya semakin dekat dengan legenda klub; hanya Alessandro Altobelli (delapan musim), serta Giuseppe Meazza dan Benito Lorenzi (masing-masing sembilan musim) yang memiliki rekor lebih baik darinya dalam sejarah Nerazzurri.

    Usai pertandingan, Lautaro mengakui bahwa tangannya masih terasa sakit, namun kepuasan membawa tim menang mengalahkan segalanya. Dedikasi dan ketajamannya di depan gawang — mencetak enam gol dalam lima penampilan terakhirnya di Serie A — menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik di Eropa saat ini dan elemen tak tergantikan bagi Inter dalam memburu Scudetto.

  • Iklan
  • Kecerdikan Zielinski dan Gol Unik Thuram

    Piotr Zielinski menjadi pemecah kebuntuan di babak pertama lewat gol yang menawan. Memanfaatkan umpan matang dari Lautaro yang diawali oleh back-heel cerdik Marcus Thuram, gelandang Polandia ini melepaskan tembakan keras kaki kiri dari tepi kotak penalti. Gol ini sangat krusial untuk meruntuhkan mental Bologna yang sempat bertahan dengan solid berkat penampilan gemilang kiper mereka.

    Sementara itu, Thuram juga mencatatkan namanya di papan skor dengan cara yang tidak biasa. Gol ketiga Inter tercipta ketika tendangan sudut Federico Dimarco memantul mengenai dada penyerang Prancis tersebut dan masuk ke gawang dari jarak dekat. Meski terlihat kebetulan, gol ini adalah buah dari penempatan posisi yang tepat dari Thuram di area berbahaya lawan.

    Kombinasi antara lini tengah dan lini depan Inter malam itu benar-benar cair. Zielinski menyebut bahwa timnya sudah menguasai jalannya pertandingan sejak awal, sebuah aspek penting mengingat kesulitan yang sering mereka alami saat bertemu Bologna belakangan ini. Gol-gol dari berbagai lini ini membuktikan kedalaman skuad Inter yang mampu mencetak gol dari berbagai situasi, baik open play maupun bola mati.

  • Tembok Bernama Federico Ravaglia

    Meski Bologna kebobolan tiga gol, kiper Federico Ravaglia layak mendapatkan apresiasi tersendiri. Di babak pertama, ia menjadi alasan utama mengapa Inter tidak unggul lebih cepat. Ravaglia melakukan serangkaian penyelamatan gemilang, termasuk menepis tembakan Hakan Calhanoglu yang berbelok arah hingga harus ia tip dari pojok atas gawang dengan ujung jarinya.

    Tidak hanya itu, Ravaglia juga beberapa kali memenangkan duel satu lawan satu dengan penyerang Inter. Ia menggagalkan peluang emas Lautaro dan Thuram dalam situasi yang seharusnya menjadi gol pasti. Penampilan heroiknya di bawah mistar gawang memaksa para pemain Inter bekerja ekstra keras untuk mencari celah sekecil apa pun.

    Sayangnya, pertahanan Bologna yang terus digempur akhirnya runtuh juga. Meski Ravaglia tampil prima, ia tidak mendapatkan perlindungan yang cukup dari para beknya, terutama saat terjadi kesalahan dalam membuang bola atau menutup ruang tembak. Tiga gol yang bersarang di gawangnya tidak bisa sepenuhnya dibebankan padanya, mengingat kualitas serangan Inter yang begitu mematikan malam itu.

  • ENJOYED THIS STORY?

    Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

  • Strategi "Anti-Kutukan" Chivu Berjalan Mulus

    Laga ini bukan sekadar tentang tiga poin, melainkan pembuktian taktik Cristian Chivu untuk mengakhiri "kutukan" Bologna. Dalam beberapa pertemuan terakhir, termasuk di Coppa Italia dan liga musim lalu, Inter kerap kesulitan menghadapi tim asuhan Vincenzo Italiano. Namun kali ini, Inter turun dengan rencana permainan yang jelas: pressing tinggi dan agresif segera setelah kehilangan bola.

    Lautaro mengungkapkan kepada media bahwa rencana tersebut sudah dipersiapkan secara matang sebelum laga. Strategi menekan lawan di area pertahanan mereka sendiri membuat Bologna panik dan sulit membangun serangan dari belakang. Gelandang Inter juga sangat disiplin dalam memenangkan bola kedua (second ball), yang menjadi awal mula terciptanya peluang-peluang berbahaya tuan rumah.

    Kemenangan taktis ini menunjukkan kematangan Inter sebagai tim kandidat juara. Mereka tidak hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga kemampuan beradaptasi melawan tim yang secara historis menyulitkan mereka. Disiplin taktik ini membuat gol balasan Bologna yang dicetak Santiago Castro di menit ke-83 hanyalah menjadi gol hiburan yang tidak mengubah hasil akhir maupun dominasi permainan.

  • Dominasi Statistik di Giuseppe Meazza

    Statistik pertandingan memperlihatkan betapa timpangnya jalannya laga antara Inter dan Bologna. Tuan rumah mencatatkan tujuh tendangan sudut berbanding satu milik Bologna, sebuah indikator sederhana namun kuat mengenai di mana bola lebih banyak bergulir. Inter secara konsisten mengurung pertahanan lawan dan memaksa Bologna bermain di sepertiga lapangan mereka sendiri hampir sepanjang laga.

    Di babak kedua, Inter menunjukkan efisiensi yang mematikan. Gol cepat Lautaro sesaat setelah jeda istirahat langsung mematikan semangat bangkit Bologna. Kemampuan Inter untuk mencetak gol di momen-momen krusial — akhir babak pertama dan awal babak kedua — menunjukkan mentalitas juara yang kuat, memastikan lawan tidak memiliki momentum untuk membalas.

    Kemenangan 3-1 ini mengukuhkan Inter sebagai tim paling produktif dan solid di Serie A saat ini. Bagi Bologna, hasil ini menjadi pengingat bahwa masih ada jarak kualitas yang cukup jauh dengan tim papan atas liga. Inter sukses mengirimkan pesan kepada seluruh rival di Italia bahwa Giuseppe Meazza adalah benteng yang sulit diruntuhkan, dan mereka siap berlari sendirian menuju gelar Scudetto.

0