Juventus menegaskan kembali ambisi mereka dalam perburuan Scudetto musim ini dengan kemenangan telak 5-0 atas Cremonese di Allianz Stadium, Selasa (13/1) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat Bianconeri berhasil menyamai perolehan poin AS Roma dan Napoli di papan atas klasemen. Setelah kemenangan 3-0 atas Sassuolo di tengah pekan, skuad asuhan Thiago Motta tampil semakin percaya diri dan tajam, seolah ingin membayar tuntas hasil imbang mengecewakan melawan Lecce beberapa waktu lalu.
Pesta gol tuan rumah dimulai dengan gol unik dari Gleison Bremer, disusul oleh aksi Jonathan David, Kenan Yildiz, gol bunuh diri Filippo Terracciano, dan ditutup oleh sundulan Weston McKennie. Kemenangan dengan margin lima gol ini menjadi catatan spesial bagi Juventus, mengingat terakhir kali mereka mencetak lima gol dalam satu pertandingan Serie A adalah pada Februari 2018 saat mengalahkan Sassuolo 7-0. "Manita" atau lima gol ini menjadi sinyal bahaya bagi para rival mereka di liga.
Di sisi lain, laga ini menjadi mimpi buruk bagi kiper Cremonese yang juga penjaga gawang timnas Indonesia Emil Audero. Meski sempat melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan penalti yang sayangnya bola rebound-nya tetap masuk, Audero tak kuasa menahan gempuran bertubi-tubi dari lini serang Juventus. Rapuhnya pertahanan Cremonese membuat kiper berdarah Mataram tersebut sering kali berada dalam posisi satu lawan satu yang sulit.
Kekalahan telak ini semakin membenamkan Cremonese di papan bawah klasemen dan menambah tekanan bagi pelatih Davide Nicola. Sementara bagi Juventus, kemenangan ini menjadi modal moral yang sangat besar menjelang jadwal padat di bulan-bulan mendatang. Absennya sejumlah pilar seperti Dusan Vlahovic dan Federico Gatti ternyata tidak mengurangi daya ledak Si Nyonya Tua, yang justru menemukan pahlawan-pahlawan baru di setiap lini.




