- Rahmatzoda perkuat timnas Tajikistan di CAFA Nations Cup 2025
- Pemanggilan ini merupakan bagian dari persiapan tim untuk ajang Olimpiade
- Manajemen PSIM bangga dan berharap Rahmatsho membawa dampak positif
PSIMGelandang PSIM Rakhmatsho Rakhmatzoda Dipanggil Timnas Tajikistan Untuk CAFA Nations Cup 2025
PSIMAPA YANG TERJADI?
Gelandang bertahan PSIM Jogja Rakhmatsho Rakhmatzoda mendapat panggilan resmi dari Federasi Sepakbola Tajikistan di jeda internasional September ini. Ia diminta untuk bergabung dengan tim nasional yang akan berlaga di turnamen CAFA Nations Cup 2025. Ajang ini akan diselenggarakan di Tajikistan dan Uzbekistan dari 29 Agustus hingga 8 September.
Pemanggilan ini menjadi momen spesial bagi Rakhmatsho. Berbeda dari sebelumnya, kali ini ia bergabung dengan skuad yang secara khusus dipersiapkan untuk menghadapi kualifikasi Olimpiade. Hal ini menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan kepadanya untuk menjadi bagian dari proyek jangka panjang tim nasional.
Bagi Rakhmatsho, kesempatan ini adalah sebuah kehormatan dan perwujudan dari impian masa kecilnya. Dengan penuh semangat, ia menyatakan tekadnya untuk memberikan kontribusi maksimal, berjuang tanpa lelah, dan membantu negaranya meraih prestasi tertinggi di panggung internasional.
PSIMGAMBARAN BESAR
CAFA Nations Cup adalah kejuaraan sepakbola bergengsi yang diikuti oleh negara-negara anggota Asosiasi Sepakbola Asia Tengah (CAFA). Turnamen ini menjadi panggung penting bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di level internasional, sekaligus menjadi ajang pembuktian kekuatan sepakbola di kawasan Asia Tengah.
Bagi PSIM, pemanggilan Rakhmatsho ke tim nasional merupakan sebuah pengakuan atas kualitas pembinaan dan rekrutmen pemain. Kehadiran pemain berlabel timnas tidak hanya mengangkat citra klub, tetapi juga menjadi motivasi bagi pemain lain untuk terus meningkatkan performa mereka agar bisa meraih pencapaian serupa.
Dari sisi pemain, pengalaman berlaga di turnamen internasional akan sangat berharga. Rakhmatsho akan menghadapi lawan-lawan dengan gaya bermain yang berbeda, yang akan mengasah kemampuan teknis, taktis, dan mentalnya. Pelajaran yang didapat diharapkan dapat ia tularkan kepada rekan-rekannya di PSIM sekembalinya ke klub.
PSIMAPA YANG DIKATAKAN?
Rakhmatzoda menyambut panggilannya dengan penuh antusiasme. “Dalam turnamen CAFA kali ini, saya bergabung dengan timnas yang dipersiapkan untuk Olimpiade,” ungkapnya, menyoroti perbedaan signifikan dari pemanggilan sebelumnya.
Rasa bangga terpancar jelas saat ia berbicara tentang impian setiap pesepakbola. “Saya selalu senang ketika dipanggil tim nasional, itu adalah impian setiap pemain sepakbola untuk menjadi bagian dari tim nasional,” ujarnya penuh semangat.
Manajer PSIM Razzi Taruna turut memberikan apresiasi tinggi. “Ya rasanya senang ada lagi pemain PSIM yang bisa membantu negara buat gabung timnas. Artinya, Rakhmatsho memang punya kemampuan yang mumpuni,” tegasnya, memvalidasi kualitas sang pemain.
Razzi juga menaruh harapan besar pada dampak positif dari pengalaman ini. “Semoga hal baik yang sudah dia pelajari di PSIM selama beberapa bulan ini bisa diterapkan di sana. Pun, sebaliknya, nanti ke sini dia bisa membawa pelajaran dari timnas ke tim kita,” katanya.
PSIMTAHUKAH ANDA?
Rakhmatzoda merupakan salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Tajikistan. Lahir pada 6 April 2004, ia telah memiliki pengalaman bermain di berbagai level usia tim nasional. Sebelum bergabung dengan PSIM, ia tercatat pernah membela beberapa klub di liga utama Tajikistan.
Meski posisi utamanya adalah gelandang bertahan, Rakhmatsho dikenal sebagai pemain serbabisa yang juga fasih bermain sebagai bek tengah. Kemampuannya dalam membaca permainan, melakukan tekel bersih, dan mendistribusikan bola membuatnya menjadi aset penting baik bagi klub maupun tim nasional negaranya.
CAFA (Central Asian Football Association) didirikan pada 2014 dan merupakan salah satu dari lima federasi regional di bawah Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). Anggotanya meliputi Afghanistan, Iran, Kirgizstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. CAFA Nations Cup pertama kali digelar pada 2023, dengan Iran keluar sebagai juara perdana.
PSIMBERIKUTNYA?
Setelah menyelesaikan tugasnya bersama Timnas Tajikistan di CAFA Nations Cup 2025, Rakhmatzoda akan segera kembali ke Yogyakarta. Ia diharapkan dapat bergabung kembali dengan skuad PSIM tanpa kendala cedera dan dalam kondisi fisik yang prima untuk melanjutkan kompetisi di liga domestik.
Manajemen dan tim pelatih PSIM akan memantau perkembangan Rakhmatsho selama turnamen. Mereka berharap sang pemain tidak hanya mendapatkan menit bermain yang cukup, tetapi juga menyerap ilmu dan pengalaman berharga yang dapat meningkatkan kualitas permainannya secara keseluruhan.
Bagi Rakhmatsho, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi performa di level klub. Kesuksesan di panggung internasional harus diiringi dengan kontribusi nyata bagi PSIM. Kepercayaan yang telah diberikan oleh klub dan negara harus dijawab dengan penampilan gemilang di setiap pertandingan yang ia jalani.

