Getty"Itu Pembunuhan!" - Gary Neville Ekspos "Keputusan TERBURUK" Yang Dibuat Ruben Amorim Di Manchester United
Keputusan terburuk Amorim di Manchester United
Secara hasil, performa Manchester United di lapangan memang sulit dibela, termasuk kekalahan memalukan di final Liga Europa melawan Tottenham. Namun bagi Gary Neville, persoalan terbesar Ruben Amorim bukan semata taktik atau hasil pertandingan, melainkan caranya memperlakukan Kobbie Mainoo. Lulusan akademi yang namanya melejit di era Erik ten Hag dan tampil impresif bersama Inggris di Euro 2024 itu mendadak tersingkir dari pusat proyek The Red Devils. Bagi mantan kapten Man United tersebut, keputusan itu berdampak besar bukan hanya bagi sang pemain, tetapi juga bagi arah klub secara keseluruhan.
Getty Mainoo nyaris tinggalkan MU
Dalam podcast Stick to Football, Neville mengaku sulit memahami bagaimana pemain dengan kualitas dan potensi seperti Mainoo bisa begitu terpinggirkan. Ia berkata: “Kobbie Mainoo bahkan tidak benar-benar diberi kesempatan oleh Ruben. Melihat performa Mainoo di tim ini sekarang, itu terasa seperti keputusan terburuk yang dibuat Ruben Amorim.”
Gelandang berusia 20 tahun tersebut dikabarkan begitu frustrasi dengan minimnya menit bermain hingga sempat meminta dipinjamkan pada bursa transfer musim panas lalu. Bahkan sebelum perubahan manajer terjadi, ada ekspektasi ia akan kembali mendorong opsi hengkang pada Januari.
GettyMainoo "dibunuh"
Salah satu aspek paling kontroversial dari kepemimpinan Amorim adalah cara ia secara terbuka menggambarkan struktur hierarki skuad. Neville menilai pendekatan tersebut justru merugikan Mainoo secara psikologis. Amorim sebelumnya menyatakan bahwa Mainoo bersaing langsung dengan kapten tim Bruno Fernandes untuk satu tempat di tim inti Setan Merah, sebuah pernyataan yang memicu kebingungan mengingat karakter dan fungsi keduanya di lapangan tidak sepenuhnya tumpang tindih.
Menanggapi situasi tersebut, Neville berkata: “Saya harus jujur, saya tidak pernah menyukai cara Mainoo ditangani. Kita sering membahasnya di acara ini. Ketika dia [Amorim] mengatakan di awal musim bahwa pilihannya antara dia atau Bruno, saya tidak pernah setuju. Itu membunuh Kobbie Mainoo. Membunuhnya secara publik. Dan setelah itu dia hampir tidak pernah dimainkan, kecuali saat melawan Grimsby di Piala Liga."
Getty Images SportKini bersinar di era Carrick
Sejak Amorim meninggalkan klub pada 5 Januari, perubahan arah terlihat cukup signifikan. Di bawah arahan pelatih sementara Michael Carrick, Manchester United mencatat empat kemenangan beruntun dan kembali masuk jalur persaingan menuju Liga Champions. Kebangkitan singkat ini turut mengubah dinamika di dalam tim.
Mainoo menjadi figur sentral dalam fase tersebut. Ia selalu bermain penuh dalam lima laga yang dipimpin Carrick dan kembali memperlihatkan pengaruhnya di lini tengah, baik dalam penguasaan bola, distribusi, maupun kedewasaan bermain yang sebelumnya membuatnya digadang-gadang sebagai tulang punggung generasi baru Setan Merah.
Man United kini tengah menjalani 'libur' panjang selama nyaris dua pekan lantaran sudah tersingkir dari semua kompetisi piala. Usai diimbangi West Ham 1-1 pada 11 Februari kemarin, MU baru akan kembali beraksi pada 24 Februari dengan melawat ke markas Everton, di mana Mainoo diprediksi kembali menjaga ruang mesin Setan Merah.
Iklan

