AFPDorong Lawan Sampai Jatuh, Hukuman Gabriel Jesus Terungkap Usai Arsenal Di-Comeback Wolves
Arsenal kena comeback dramatis di markas Wolves
Arsenal semula tampak melaju mulus menuju kemenangan di markas Wolves, tim juru kunci klasemen Liga Inggris. Bukayo Saka membuka skor cepat pada menit kelima lewat sundulan tajam, memberikan awal sempurna bagi tim tamu. Ketika Piero Hincapie menggandakan skor usai mencetak gol perdananya untuk The Gunners menjelang satu jam pertandingan, Arsenal terlihat semakin percaya diri.
Namun, kolaps yang terjadi setelahnya memunculkan pertanyaan besar soal ketahanan mental skuad Mikel Arteta dalam upaya meraih gelar liga pertama Arsenal dalam lebih dari dua dekade.
Momentum berubah drastis saat Hugo Bueno melepaskan tendangan pisang ciamik yang memperkecil ketertinggalan dan membangkitkan kembali atmosfer Molineux pada menit 61.
Drama mencapai puncaknya di masa tambahan waktu ketika terjadi miskomunikasi fatal antara kiper David Raya dan Gabriel Magalhaes. Kesalahan tersebut dimanfaatkan debutan Wolves, Tom Edozie, untuk menyambar bola liar yang lantas memantul mengenai Riccardo Calafiori menjadi gol bunuh diri. Gol tersebut mengamankan satu poin tak terduga bagi sang juru kunci sekaligus memicu selebrasi liar di tribun.
AFPHukuman Gabriel Jesus
Ketegangan memuncak beberapa detik setelah peluit akhir dibunyikan, dengan Gabriel Jesus menjadi pusat perhatian setelah mendorong bek Wolves Yerson Mosquera hingga terjatuh. Para pemain dari kedua tim terlibat adu argumen yang berkembang menjadi keributan di tengah lapangan. Meski pertandingan sudah selesai, wasit langsung mengganjar striker Brasil itu dengan kartu kuning.
Arsenal "pantas" mendapatkannya
Berbicara kepada Sky Sports setelah pertandingan, Arteta mengatakan: "Sangat sulit untuk menerimanya. Di babak kedua, kami tidak bermain seperti yang seharusnya dan seperti yang kami butuhkan untuk memenangkan pertandingan Liga Inggris. Lebih baik tidak menilai hal ini, karena kami semua terlalu emosional. Kami harus menerima konsekuensinya karena kami pantas mendapatkannya."
"Sangat mudah untuk mengatakan hal-hal yang bisa merusak tim saat emosi meluap. Semua orang ingin memberikan yang terbaik. Kami harus melewati masa-masa sulit. Hari ini, di menit-menit akhir, kami membayar harganya. Kami harus melakukan hal-hal mendasar dengan jauh lebih baik."
"Hari ini kami harus menerimanya. Kami harus kritis terhadap diri sendiri karena performa kami tidak cukup baik. Di liga, kenyataannya kami belum konsisten dalam beberapa bulan terakhir. Kami harus bangkit. Saat menghadapi kesulitan, kami harus menunjukkan seberapa besar kami menginginkannya dan seberapa baik kami. Kami harus bangkit."
Bintang Arsenal Bukayo Saka juga tak menutupi rasa kecewanya. Pemain timnas Inggris itu berkata lugas: “Kecewa. Tidak banyak lagi yang bisa dikatakan. Perbedaannya besar antara permainan kami di babak pertama dan kedua. Standar kami turun dan kami dihukum karenanya. Sekarang saatnya fokus pada diri sendiri, menaikkan standar lagi, memperbaiki performa, dan itu semua ada dalam kendali kami.”
Getty Images SportSelanjutnya buat Arsenal
Hasil ini memberi Arteta banyak bahan evaluasi saat persaingan gelar memasuki fase paling menegangkan. Arsenal memang masih memimpin, tapi mereka batal unggul tujuh poin atas Manchester City selaku pesaing terdekat dan armada Pep Guardiola bisa memangkas jarak menjadi dua poin saja jika mereka memenangkan tabungan satu laga.
Cara The Gunners kehilangan poin melawan tim dengan performa terburuk di liga menjadi alarm serius. Rapuhnya koordinasi lini belakang menunjukkan tekanan perburuan gelar mulai memberi dampak pada tim yang sebelumnya tampak solid sepanjang musim dingin, dan memantik kembali bayang-bayang memori disalip Manchester City di tikungan-tikungan terakhir pacuan gelar dalam dua dari tiga musim terakhir.
Kini Arsenal menatap dua derbi beruntun, pertama bertamu ke Tottenham Hotspur Stadium dalam North London Derby, Minggu (22/2) besok, sebelum menjamu Chelsea pada 1 Maret.
Iklan



