Getty Images SportWOW! Florentino Perez Mau 'Jual' Real Madrid Usai Kantongi €360 Juta Dari Profit Santiago Bernabeu
Perez siapkan ‘tuas’ kedua untuk menggalang €500 juta–€1 miliar
Menurut laporan El Periodico, presiden Real Madrid Florentino Perez tengah menggulirkan salah satu perubahan struktur korporasi terbesar dalam sejarah modern Real Madrid. Ia berencana menjual sekitar 10% dari entitas komersial yang baru dibentuk guna memancing investasi segar. Langkah ini menyusul kesepakatan sebelumnya, di mana Real Madrid menjual 20% dari keuntungan masa depan Stadion Santiago Bernabeu kepada Sixth Street dan Legends senilai €360 juta. Manuver ini jamak dianggap sebagai "tuas ekonomi" pertama Madrid.
Perez telah memaparkan proposal anyar tersebut kepada para anggota Real Madrid atau socios, yang merupakan pemegang kepemilikan klub. Ia menekankan pentingnya memodernisasi struktur organisasi klub sembari tetap mempertahankan identitas klub sebagai entitas milik anggota. “Klub ini harus memiliki struktur organisasi yang melindungi kita sebagai lembaga dan juga melindungi kita semua sebagai pemilik Real Madrid,” ujarnya kepada para socios. "Untuk itu, saya mengonfirmasi bahwa kami akan mengajukan suatu proposal kepada Majelis Anggota tentang perombakan korporasi klub yang mampu mengamankan masa depan kita, melindungi kita dari berbagai ancaman yang kita hadapi, dan yang terpenting, menjamin bahwa para anggota tetap menjadi pemilik sejati klub beserta aset-aset finansialnya.”
Pernyataan tersebut menegaskan upaya sang presiden untuk mencari keseimbangan antara kebutuhan mendesak akan investasi baru dan identitas klub yang sangat dijaga sebagai entitas yang bukan SAD (Sociedad Anonima Deportiva—struktur perusahaan olahraga terbuka di Spanyol), melainkan entitas yang dimiliki para socios. Perez sejak lama mengagumi model 50+1 yang digunakan di Jerman, namun hukum Spanyol menjadi penghalang besar untuk mengadopsi model tersebut.
Tanpa jalur hukum yang memungkinkan Real Madrid berubah menjadi model hibrida seperti Bayern Munich, klub kini menjajaki kerangka berbasis anak perusahaan yang memungkinkan masuknya investor tanpa menyerahkan kendali olahraga sedikit pun.
Manuver Perez 'jual' Real Madrid
Para penasihat keuangan Los Blancos, termasuk Anas Laghrari, Key Capital Partners, dan Clifford Chance, dikabarkan mendorong strategi yang meniru struktur Real Madrid Estadio SL, entitas yang sejak 2021 menangani berbagai operasional stadion. Perez diharapkan meniru model itu dengan menciptakan entitas komersial baru yang akan bekerja dengan prinsip serupa: investor dapat membeli sahamnya, namun tidak memiliki pengaruh terhadap lembaga pengambil keputusan klub.
Model ini memastikan Real Madrid tidak akan pernah berubah menjadi SAD, sehingga hak-hak dan kekuasaan para socios tetap aman. Alih-alih membeli klub secara langsung, para calon investor hanya akan membeli ekuitas dalam bisnis yang mengelola kegiatan komersial seperti sponsorship, pengelolaan stadion, acara, dan hak pemasaran. Sisi olahraga, tim utama, akademi, struktur kepelatihan, dan keputusan olahraga tetap 100% milik socios.
Perez kembali menekankan identitas Real Madrid sebagai klub yang digerakkan para anggotanya dalam pesan di pertemuan internal. Dengan biaya renovasi Santiago Bernabeu kini mencapai €1,347 miliar—jauh membengkak dari rencana awal €575 juta—klub membutuhkan tambahan likuiditas demi menjaga stabilitas keuangan.
Utang stadion membengkak, Real Madrid bergerak ke investasi terkendali
Setiap revisi rencana renovasi stadion membuat tekanan finansial terhadap Real Madrid membesar. Hingga 30 Juni 2025, utang yang belum dibayar untuk renovasi Bernabeu mencapai €1,132 miliar. Inflasi, perang di Ukraina, proyek rumput yang bisa digeser (€225 juta), serta sistem akustik baru untuk konser ikut memicu pembengkakan biaya hingga menyentuh €1,347 miliar. Potensi komersial dari Bernabeu yang kini telah dimodernisasi mungkin memang luar biasa, tapi beban jangka pendeknya amat berat.
Langkah ini mirip—meski jauh lebih terkendali—dengan “tuas” ekonomi yang ditarik Barcelona demi terhindar dari pailit. Barca menciptakan entitas seperti Barca Studios, Barca Licensing Merchandising, dan Barca Innovation Hub. Perez akan melakukan langkah serupa, tapi dengan perlindungan yang lebih kuat. Perbedaannya dengan Barca, setiap saham di perusahaan baru akan otomatis dibagikan secara gratis kepada para socios, sehingga lebih menyerupai hak keanggotaan daripada instrumen investasi yang dapat diperdagangkan.
Salah satu poin terpentingnya adalah entitas komersial yang nanti dibentuk di bawah model ini diharapkan tetap akan mayoritas dimiliki Real Madrid, memastikan para socios tetap menjadi pengambil keputusan utama.
Laporan lain juga menyebut Real Madrid tengah mengkaji pemisahan sebagian antara operasional olahraga dan komersial, sebagai langkah menuju model tata kelola hibrida yang lebih terstruktur. Investor hanya akan memegang saham minoritas di sektor komersial, tapi entitas olahraga tidak akan disentuh. Ini menjaga pilar identitas yang Perez perjuangkan selama lebih dari dua dekade.
Struktur yang seperti itu bukan hanya untuk menggalang modal, tetapi juga melindungi Real Madrid dari risiko politik, hukum, maupun pasar di masa depan.
Getty Images SportPemeriksaan hukum & roadmap investasi jangka panjang
Langkah berikutnya adalah rapat luar biasa, di mana para socios akan memberikan suara terkait rencana restrukturisasi Perez. Para penasihat tengah menyiapkan kerangka hukum dan pajak untuk memastikan kepatuhan pada undang-undang olahraga Spanyol, yang mensyaratkan bahwa seluruh pendapatan komersial harus diinvestasikan kembali untuk kegiatan olahraga serta melarang distribusi keuntungan.
Apabila disetujui, Real Madrid akan mendirikan anak perusahaan baru, menentukan aset komersial mana yang dikelolanya, dan memulai negosiasi dengan investor yang disebut telah menunjukkan minat untuk memberikan suntikan modal. Klub diharapkan untuk memprioritaskan bekerja sama dengan calon mitra dengan minat jangka panjang dalam kancah olahraga global, bukan dengan perusahaan finansial jangka pendek.
Secara keseluruhan, langkah ini menjadi upaya Real Madrid untuk memagari masa depan keuangan mereka di tengah lanskap ekonomi sepakbola yang kini semakin didominasi oleh klub-klub yang didanai negara dan grup investasi global.
Iklan

