Hanya kemenangan yang dibutuhkan Inter saat menghadapi Feyenoord untuk melupakan kekalahan dalam derbi melawan Milan dan, yang terpenting, melanjutkan tren positif yang dimulai dengan kemenangan atas Shakhtar demi naik di klasemen fase liga Liga Champions 2026/2027. Di De Kuip, Inter menang telak 3-0 berkat dominasi sejak menit-menit awal dan ketajaman di depan gawang yang sudah lama tidak terlihat dari Inter.
Pembuka laga adalah gol spektakuler Yann Bisseck (tendangan melengkung dengan kaki kiri dari tepi kotak penalti), yang disusul selebrasi bernada sindiran: ia menempelkan jari ke mulut untuk membungkam para pengkritiknya. Setelah Feyenoord sempat bereaksi, Pio Esposito kembali mengubah arah pertandingan. Ia sigap dan beruntung berada di titik jatuhnya bola hasil tembakan-umpan silang Spence, yang tampil sangat baik, setelah bola berbelok arah, lalu menyundulnya untuk mencetak gol kedua. Pada awal babak kedua, tak lama setelah Chivu melakukan pergantian pemain pertamanya, Zielinski, yang juga tampil gemilang, mencetak gol ketiga lewat tendangan kaki kiri jarak jauh. Gol ketiga itu memadamkan harapan Feyenoord dan membungkam De Kuip, sementara Chivu pun bisa mengistirahatkan para pemain yang paling sering tampil belakangan ini.
Kemenangan ini meyakinkan dalam segala aspek: Inter menjaga gawangnya tetap bersih, tampil sangat efektif dalam menyerang, dan mampu mengatur tempo. Namun, yang terpenting, kemenangan ini menjadi jawaban tegas bagi mereka yang menganggap Inter sedang mengalami krisis, sekaligus dorongan besar bagi posisi mereka di klasemen. Untuk sementara, sambil menunggu laga-laga yang dijadwalkan berlangsung besok, Rabu, 4 November, Inter naik ke peringkat ke-14, berada di zona play-off dan terpaut dua poin dari Bayern Munich di peringkat kedelapan, yang mengoleksi delapan poin dan menempati posisi terakhir di antara klub-klub yang berpeluang lolos ke babak 16 besar.
FEYENOORD-INTER 0-3
PENCETAK GOL: 8' Bisseck (I) 34' Pio Esposito (I), 54' Zielinski (I)





