AFPHabis Sudah Thomas Frank?! Fans Tottenham Serukan Pemecatan Usai Gagal Menang Lawan Burnley
Tottenham Perpanjang Rekor Tanpa Kemenangan di Liga Primer
Tottenham kembali tampil lesu pada Sabtu sore, ditahan imbang 2-2 oleh Burnley yang berada di posisi ke-19. Micky van de Ven membawa tim tamu unggul lewat penyelesaian apik pada menit ke-38, namun bek tengah lawan, Axel Tuanzebe, membalas tepat sebelum turun minum untuk menyamakan kedudukan.
The Clarets kemudian mengancam akan mengambil tiga poin saat Lyle Foster mencetak gol di babak kedua. Namun sekali lagi, Spurs harus berterima kasih kepada bek tengahnya, Cristian Romero, yang menyundul bola masuk di masa injury time untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan.
Kendati demikian, hasil ini memperpanjang tren buruk mereka di Liga Primer. The Lilywhites kini telah melewati lima pertandingan tanpa kemenangan. Kemenangan terakhir mereka atas Crystal Palace di akhir Desember didahului oleh rentetan hasil buruk lainnya, yakni hanya satu kemenangan dalam enam laga.
Getty Images SportFans Spurs Serukan Pemecatan Frank
Frank berada di bawah tekanan hebat dalam beberapa pekan terakhir. Kekalahan 2-1 dari West Ham yang terancam degradasi sempat memicu laporan bahwa pelatih asal Denmark itu bisa dipecat.
Ia pada akhirnya dipertahankan berkat kemenangan atas Borussia Dortmund yang tampaknya memperpanjang napasnya. Namun, penggemar Spurs tetap sangat khawatir tentang prospek tim. Sebagian pendukung di tribun tandang Turf Moor secara aktif menyerukan pemecatannya saat peluit akhir berbunyi.
Frank tetap keras kepala pasca-laga, mengatakan kepada wartawan: "Saya tidak berpikir itu performa yang buruk. Mungkin bukan hasil yang kami harapkan. Saya pikir kinerjanya, jika Anda melihatnya sepanjang pertandingan, terutama babak pertama, itu bagus."
"Kemudian sayangnya kami kurang di dua momen di mana kami tidak bertahan dengan cukup baik. Itulah yang sedang kami kerjakan dengan sangat, sangat keras... Saya pikir pesan kepada para penggemar, seperti yang saya katakan sepanjang waktu, adalah bahwa kami bekerja sangat keras untuk memastikan semuanya berjalan ke arah yang benar."
Frank sebelumnya dicemooh oleh pendukung tuan rumah setelah kekalahan dari West Ham, yang berarti ini sudah terjadi untuk kedua kalinya dalam seminggu.
Nasib Frank di Ujung Tanduk Meski Menang Lawan Dortmund
Hasil terbaru ini hanya meningkatkan tekanan pada Frank. Persentase kemenangannya bersama Spurs sekarang berada di angka 35,29 persen dan situasi tidak akan menjadi lebih mudah selama bulan depan.
Setelah perjalanan Liga Champions ke Eintracht Frankfurt, Tottenham akan menghadapi Manchester City, Manchester United, dan Newcastle United dalam kurun waktu sepuluh hari.
Kemudian di Februari, mereka akan menghadapi pemuncak klasemen sekaligus rival London utara, Arsenal, sebelum derbi ibu kota melawan Fulham dan Crystal Palace di awal Maret. Jika performa buruk berlanjut sepanjang periode sulit itu, Frank bisa segera kehilangan pekerjaannya.
AFPKembali ke Liga Champions Jadi Fokus Berikutnya
Meski hasil imbang hari Sabtu adalah kekecewaan terbaru di musim Liga Primer yang mengerikan sejauh ini, anehnya Tottenham justru berkembang pesat di Liga Champions dengan mengalahkan Villarreal, Copenhagen, Slavia Praha, dan Dortmund.
Kemenangan atas Dortmund membawa Spurs ke posisi kelima di tabel fase liga dan kemenangan di Frankfurt akan mengamankan posisi delapan besar, yang berarti mereka tidak perlu berpartisipasi dalam play-off fase gugur. Pertandingan itu berlangsung pada Rabu malam.
Iklan

