Ragam Fakta Mencengangkan Liverpool Vs Man United Yang Jarang Diketahui Fans

Jurgen Klopp Liverpool Manchester United
Getty Images
Derby terpanas di jagat Inggris antara Liverpool dan Manchester United menyimpan sejuta cerita dan catatan yang jarang diketahui fans. Apa saja?

Laga Liverpool versus Manchester United telah menjadi salah satu rivalitas terbesar dalam sejarah sepakbola dunia. 

Duel bertajuk Derby Barat Laut ini tak ubahnya deretan rivalitas masyhur macam El Clascio di Spanyol, Superclasico milik Argentina, Derby d'Italia tersaji di Italia dan Jerman punya Der Klassiker.

The Reds dan The Red Devils akan kembali bersua untuk yang ke-205 kalinya ketika keduanya bentrok dalam ajang lanjutan Liga Primer Inggris di Anfield, Minggu akhir pekan ini.

SBM Mola Net

Banyak catatan ikonis dan historis yang mencuat ke permukaan dari duel duo kolektor trofi terbanyak di Negeri Ratu Elisabeth itu. Namun, para fans Liverpool dan Man United barangkali belum mengetahui aneka fakta mengejutkan terkait rivalitas di antara keduanya.

Apa saja? Goal Indonesia coba menguaknya dan jangan lupa untuk menyaksikan serunya laga besar antara Liverpool dan Man United di NET & Mola TV. #NontonSuperBigMatchAsiknyadiNET!

  1. "Pembantaian Berdarah"
    Getty

    #1 "Pembantaian Berdarah"

    Tak banyak yang tahu ketika Liverpool menghadapi Manchester United untuk pertama kalinya di laga kompetitif, berakhir tragis bagi Setan Merah dengan kekalahan supermengenaskan, 7-1. Saat itu, Man United masih dikenal dengan nama Newton Heath.

    Laga itu terjadi di Anfield Oktober 1895, dengan Thomas Bradshaw, Frank Becton dan Fred Geary masing-masing mencetak dobel gol, lalu Jimmy Ross melengkapi pesta pora The Reds. Newton sendiri hanya bisa merespons sebiji gol via aksi Joe Cassidy.

    Uniknya, William E. Barclay yang bertindak sebagai manajer Liverpool, sebelumnya merupakan manajer rival abadi The Reds, Everton. 

  2. Pengkhianatan Sempurna
    Ben Radford/Allsport

    #2 Pengkhianatan Sempurna

    Fans Man United mana yang tak mengenal Sir Matt Busby? Figur paling berpengaruh dalam sejarah Setan Merah justru pernah membuat lebih dari 100 penampilan untuk sang rival sengit.

    Tak ada yang menyangka Matt Busby bakal membelot ke Liverpool untuk kemudian membukukan satu abad lebih penampilan di Merseyside. 

    Mencetak tiga gol dalam 115 pertandingan bagi The Reds, membuat nama Matt Busby pun cukup dielu-elukan di Anfield. Tak mengherankan bila dia sempat didesak untuk menjadi asisten pelatih Liverpool, namun pada akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke khittahnya: mengarsiteki tim yang telah membesarkan namanya, yakni Man United.

  3. Nihil Tranfser Langsung Dalam 56 Tahun!
    Getty Images

    #3 Nihil Tranfser Langsung Dalam 56 Tahun!

    Satu-dua dekade ke belakang kita bisa menyaksikan klub-klub dengan profile rivalitas besar seperti Real Madrid dan Barcelona, Inter Milan dan AC Milan, pernah diperkuat pemain yang sama.

    Namun, tak ada transfer pemain langsung dari Liverpool ke Man United atau sebaliknya yang terjadi dalam 56 tahun. Barangkali mungkin selamanya tak akan pernah terjadi!

    Pemain terakhir yang melakukan transfer langsung itu adalah Phil Chisnall pada musim 1964, ketika dia cabut dari Man United untuk langsung bergabung ke Anfield. Setelahnya, memang ada beberapa pemain yang pernah bermain bagi kedua tim ini. Namun, mereka mampir ke klub lain terlebih dahulu alias bukan transfer langsung Liverpool-Man United atau sebaliknya. Contohnya seperti Paul Ince, Peter Beardsley dan yang terkini adalah Michael Owen.

  4. Belum Pernah Sepanggung Di Eropa
    Getty

    #4 Belum Pernah Sepanggung Di Eropa

    Dari total 204 pertandingan yang pernah dilalui, Liverpool dan Man United rupanya belum sekalipun berjumpa di kancah teratas Eropa. Seluruhnya masih sebatas domestik.

    Fakta di atas cukup menarik. Pasalnya, sebelum 2010, setidaknya kedua tim ini merupakan kontestan tetap Liga Champions. Klub-klub seperti Liverpool, Man United, Chelsea dan Arsenal terbilang langganan tampil di kompetisi tertiggi Benua Biru itu.

    Liverpool pernah terundi dengan Arsenal di perempat-final, bahkan tiga kali duel melawan Chelsea di semi-final. United juga pernah meladeni Arsenal di semi-final dan yang paling terkenang adalah final musim 2008 melawan Chelsea. Meski begitu, sampai saat ini Liverpool dan Man United tak pernah terundi untuk saling berhadapan di ajang tertinggi Eropa, baik di babak penyisihan maupun knock-out.

  5. Debat Jumlah Trofi
    Getty

    #5 Debat Jumlah Trofi

    Perdebatan jumlah keseluruhan trofi milik Liverpool dan Man United demi menahbiskan diri sebagai klub tersukses Inggris sampai hari ini terus berlanjut di antara kalangan fans kedua tim.

    Jelas, Man United masih unggul satu trofi dari Liverpool untuk ajang Liga Primer, sementara tim terakhir mengalahkan tim pertama dalam jumlah koleksi gelar juara Eropa. Namun perdebatan soal siapa yang paling sukses di antara keduanya terus memanas sebab ada kebingungan piala mana saja yang masuk dalam perhitungan. Merujuk di website FIFA, perhitungan jumlah trofi berdasar pada juara liga, Piala FA, Piala Liga, Liga Champions, Liga Europa, Piala Interkontinental, Piala Winners Eropa, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub. 

    Bila tidak menyertakan Community Shield, Man United unggul 37 trofi dari Liverpool, yang hanya memiliki total 34 piala domestik. Namun bila mencantumkan ajang ini, maka Setan Merah tetap unggul bahkan telak, yakni 58 berbanding 49 trofi. Sementara untuk ajang Eropa dan dunia, Liverpool mengoleksi 14 trofi, mengalahkan Man United yang hanya mencaplok delapan trofi. Di situs resminya, Man United menghitung total 40 piala sudah mereka amankan di seluruh kompetisi resmi, mengesampingkan Piala Interkontinental karena dianggap pendahulunya Piala Dunia Antarklub. Adapun Liverpool, mengabaikan jumlah Piala Super Eropa sehingga terlihat di situs resmi mereka bahwa mereka lebih unggul dengan menghimpun 44 trofi.

    Akan tetapi, bila menghitung seluruh kompetisi yang dilakoni kedua tim, termasuk Community Sheild, Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental, maka United keluar sebagai pemenangnya dengan torehan 66 trofi, tiga lebih banyak dibanding total milik Liverpool