Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
ACF Fiorentina v Como 1907 - Serie A 2026/27Getty Images Sport
Diterjemahkan oleh

Fabregas Hadapi United dengan Kenangan "Skandal Pizza"

Bintang Arsenal terdahulu, Cesc Fabregas, bersiap menghadapi duel baru melawan Manchester United bersama timnya, Como dari Italia, di Stadion Giuseppe Sinigaglia, pada pekan ketiga fase liga Liga Champions Eropa, Rabu malam ini.

Pelatih asal Spanyol itu merupakan lawan yang sudah tidak asing bagi Manchester United sejak ia masih menjadi pemain Arsenal.

Perhatian media Inggris hari ini tertuju pada sejarah duel antara Fabregas dan United, dengan menyinggung peristiwa bersejarah "skandal pizza" yang pernah melibatkan mantan pemain Arsenal tersebut melawan Sir Alex Ferguson lebih dari dua dekade lalu.



  • "Pizzagate": Fabregas Membongkar Rahasianya

    Insiden ini terjadi pada Oktober 2004, ketika Arsenal bertandang ke markas Manchester United di Stadion Old Trafford, berupaya meraih kemenangan ke-50 beruntun tanpa kekalahan di Liga Premier Inggris. Namun, laga ini justru lebih dikenal karena peristiwa yang terjadi setelah peluit panjang dibunyikan.

    Rangkaian rekor bersejarah Arsenal berakhir dengan kekalahan, sebelum ketegangan memuncak di antara para pemain kedua tim di terowongan menuju ruang ganti, diwarnai percekcokan dan aksi saling dorong, sebelum salah seorang melemparkan sepotong pizza yang mengenai Ferguson. Peristiwa ini pun menjadi inti salah satu kisah paling terkenal dalam sepak bola Inggris, yang belakangan dikenal dengan nama "Pizzagate", menurut Manchester Evening News.

    Selama bertahun-tahun, sosok yang melemparkan potongan pizza itu tetap menjadi misteri, meski kecurigaan terhadap keterlibatan Fabregas kian meningkat. Ferguson sendiri sempat menunjuk pemain asal Spanyol tersebut sebagai salah satu yang dicurigai, sementara mantan bek Arsenal Martin Keown menambah dugaan itu setelah berbicara tentang "seorang pemain Spanyol yang memiliki keterampilan tinggi", tanpa menyebut namanya secara gamblang.

    Setelah bertahun-tahun dilanda spekulasi, Fabregas mengakhiri kontroversi tersebut saat tampil di jaringan "Sky" pada 2018, dengan mengatakan: "Tiba-tiba aku mendengar suara-suara, dan aku bertanya-tanya apa yang terjadi, lalu aku keluar sambil membawa sepotong pizza, kemudian aku melihat Sol Campbell, Rio Ferdinand, dan Martin Keown, dan semua orang saling dorong."

    Ia melanjutkan: "Aku ingin ikut dalam keributan itu, tetapi aku tidak tahu caranya, jadi aku hanya melemparkan potongan pizza. Dan ketika aku melihat orang yang terkena, itu bukanlah yang aku maksudkan."

    Fabregas belakangan menegaskan bahwa ia langsung meminta maaf kepada Ferguson, dan mengatakan dalam pernyataan kepada jaringan beIN Sports: "Aku baru tahu belakangan bahwa pizza itu mengenai Sir Ferguson, dan aku memang sudah meminta maaf secara terbuka, serta akan kuulangi permintaan maafku. Itu bukan sesuatu yang disengaja, melainkan momen yang terjadi secara spontan. Aku masih muda saat itu, dan tentu saja aku tidak akan menggunakan potongan pizza sekarang, melainkan akan langsung terjun ke dalam keributan!"

    Baca juga: Tanggapan mengejutkan atas perbandingannya dengan Yamal: Apakah kini giliran Doue memimpin mimpi Eropa Paris?

  • Kelaparan dan kemarahan di balik kisah ini

    Pada 2022, Fabregas mengungkap lebih banyak detail tentang insiden itu dalam sebuah wawancara dengan jaringan ITV, dan ia berkata: "Kami telah menjalani 49 pertandingan tanpa kekalahan. Mereka sangat kompetitif, tetapi mereka juga sangat cerdas. Dan saya sendiri juga menerima banyak kritik".

    Ia menjelaskan bahwa rasa frustrasi menguasai dirinya setelah kekalahan dan absennya dari pertandingan, seraya menambahkan: "Saya sedang melakukan pemanasan dan tidak bermain, dan saya merasa kesal karena kami kalah. Saya masuk dengan cepat ke ruang ganti, dan di sana ada beberapa makanan, dan saya sedang sangat kelaparan.

    Ia menutup ceritanya dengan berkata: "Saya mengambil sepotong pizza, lalu kami mulai mendengar suara-suara. Dan hal pertama yang terlintas di benak saya adalah melemparkan pizza itu, karena saya tidak punya kekuatan atau mungkin keberanian untuk terlibat dalam pertikaian itu".

    Baca juga: Tak lagi sekadar lelucon: Liburan Dembele memicu kontroversi setelah cederanya menghadapi Barcelona

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google