"Setiap orang melakukan hal yang berbeda," buka Hiddink kepada Voetball Primeur.
"Akan tetapi, saya terkejut dengan banyaknya anggota staf Erik yang akrab dengannya [dari orang-orang Belanda], berkumpul di sekitarnya," jelas Hiddink.
"Jadi, Anda sampai di pulau terpencil, yang membuat Anda semakin sulit masuk ke dalam kultur dari klub baru Anda dan membuat Anda pun dicurigai," tambahnya.