- Mjallby AIF raih gelar Liga Swedia pertamanya
- Tim dari desa nelayan ciptakan sejarah
- Lolos ke Liga Champions 2026/27
AFPDongeng Jadi Nyata! Tim Desa Nelayan Mjallby AIF Kunci Gelar Liga Swedia Dan Tiket Ke Liga Champions
Pencapaian Ala Leicester dari Mjallby
Mjallby AIF berasal dari sebuah desa nelayan kecil di selatan Swedia, Hallevik, yang hanya berpenduduk 1.500 jiwa. Dengan kemenangan 2-0 atas Goteborg pada Senin malam, klub ini menulis kisah tim non-unggulan yang tak terbayangkan dengan mengamankan gelar divisi utama Swedia pertama mereka.
Dalam prosesnya, mereka juga mengamankan satu tempat di Liga Champions 2026/27 (babak kualifikasi kedua) untuk pertama kalinya dalam sejarah. Prestasi Mjallby disamakan dengan apa yang diraih Leicester City pada musim 2015/16 ketika mereka memenangkan Liga Primer dengan taruhan 5000-1. Perlu dicatat juga, ketika The Foxes melakukan hal yang mustahil di Inggris satu dekade lalu, Mjallby justru sedang berjuang di kasta ketiga Swedia.
Era saat ini di Swedia sebagian besar didominasi oleh Malmo, yang menjuarai delapan dari 12 edisi terakhir Allsvenskan. Namun, Mjallby telah mematahkan dominasi tersebut, dan berhasil melakukannya dengan anggaran yang diperkirakan hanya sekitar 15 persen dari yang dimiliki Malmo.
AFPBagaimana Rival Mendeskripsikan Musim Bersejarah Mjallby?
Kim Hellberg, pelatih Hammarby, yang menjadi rival terdekat Mjallby dalam kampanye 2025 dan berpeluang besar finis sebagai runner-up, memberikan pujian tinggi kepada sang juara baru.
"Mjallby adalah tim yang sangat bagus," katanya. "Mereka benar-benar fantastis, mereka melampaui semua ekspektasi. Mereka juga tim yang mendapatkan hasil luar biasa dari apa yang telah mereka bangun. Jika Anda melihat data statistik fundamental, mereka tampil jauh di atas ekspektasi."
Siapa Figur Kunci Di Balik Kesuksesan Mjallby?
Pertama, pelatih Mjallby Anders Torstensson, harus disebut sebagai sosok yang memainkan peran kunci dalam kesuksesan bersejarah klub. Torstensson yang berusia 59 tahun dibantu oleh Karl Marius Aksum, seorang pakar taktik yang memiliki gelar PhD dalam 'persepsi visual di sepakbola'. Klub telah menjual beberapa pemain muda mereka dan menginvestasikan kembali uangnya secara bijak untuk rekrutan baru, yang dilakukan secara ketat berdasarkan perekrutan berbasis data. Hal ini menghasilkan rekrutan pemain seperti penyerang asal Gambia, Abdoulie Manneh.
Figur kunci lainnya di dalam tim adalah kiper berusia 23 tahun, Noel Tornqvist, yang menjalani musim luar biasa bersama sang juara Swedia. Mjallby hanya kebobolan 17 gol sepanjang musim, dan sebagian besar kredit itu diberikan kepada penjaga gawang asal Swedia tersebut. Tornqvist begitu hebat dalam tugasnya sehingga ia menarik minat dari bos Como, Cesc Fabregas, yang merekrutnya di musim panas tetapi meminjamkannya kembali hingga akhir 2025. Tornqvist akan segera menuju Italia untuk bermain di Serie A mulai Januari setelah berakhirnya musim kompetisi di Swedia. Ia juga mendapatkan panggilan ke tim nasional setelah kiper utama Swedia yang telah lama mengabdi, Robin Olsen, mengumumkan pensiun dari kancah internasional.
GettyPrestasi Mjallby Jadi Harapan Di Tengah Krisis Timnas Swedia
Meski gelar bersejarah Mjallby akan menginspirasi klub-klub di seluruh dunia, performa tim nasional Swedia sedang berada di titik terendah. Mereka berada di ambang kegagalan untuk lolos ke Piala Dunia yang diperluas menjadi 48 tim setelah hanya meraih satu poin dari empat pertandingan pertama mereka. Baru-baru ini, mereka menelan kekalahan beruntun di jeda internasional Oktober melawan Swiss dan Kosovo. Kekalahan tersebut berarti hanya keajaiban yang bisa membantu mereka mengamankan tempat di Piala Dunia tahun depan.
Swedia telah mengambil langkah untuk memperbaiki situasi ini dengan memecat kepala pelatih Jon Dahl Tomasson. Pelatih asal Denmark itu menjadi pelatih asing pertama Swedia pada Februari 2024, tetapi masa jabatannya berlangsung kurang dari dua tahun karena ia dibebastugaskan dari jabatannya Selasa lalu, sehari setelah Swedia menderita kekalahan memalukan melawan Kosovo.
Kedua penyerang bintang Swedia, Viktor Gyokeres dan Alexander Isak, tampil dalam pertandingan di bulan Oktober, tetapi duo pemain Liga Primer itu gagal total di depan gawang. Swedia selanjutnya akan menghadapi Swiss dan Slovenia dalam dua pertandingan grup terakhir mereka di bulan November. Jika mereka memenangkan dua pertandingan terakhir itu, mereka setidaknya memiliki peluang untuk melaju ke babak play-off Piala Dunia bulan depan.