Masa jabatan Advocaat akan dikenang karena pencapaian olahraga yang monumental, setelah berhasil membawa negara pulau kecil tersebut melalui kampanye kualifikasi CONCACAF yang berat. Pada November, ia memimpin tim ke posisi bersejarah di babak final, menjadikan mereka negara terkecil dalam sejarah Piala Dunia dengan populasi hanya 156.000. Meskipun absen dalam pertandingan penentu melawan Jamaika karena alasan keluarga, dampaknya terhadap kemunculan tim ini tetap tak terbantahkan.
Menyikapi pencapaian bersejarah ini, 'Little General' mengungkapkan kebanggaan yang besar atas warisan yang ia tinggalkan bagi sepak bola Curacao. "Saya menganggap kualifikasi negara FIFA terkecil di dunia untuk Piala Dunia sebagai salah satu puncak karier saya," kata Advocaat. "Saya bangga pada para pemain, staf, dan anggota dewan yang percaya pada kami."