Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
De Ketelaere AtalantaGetty Images
Diterjemahkan oleh

De Ketelaere adalah sebuah paradoks, bisakah ia menjadi starter di bawah Sarri?

Atalanta naik di klasemen berkat kemenangan atas Venezia di hadapan pendukungnya sendiri kemarin. Atalanta kini berada di posisi kesepuluh dengan 9 poin dan, mulai pekan depan, bisa membidik posisi yang menjamin tiket ke kompetisi Eropa. Tiga gol yang dicetak ke gawang tim asal Brianza membawa sejumlah kabar positif bagi pelatih Maurizio Sarri. Franck Kessie, misalnya, mencetak gol pertamanya sejak kembali ke Bergamo, sementara Nikola Krstovic menunjukkan bahwa ia sedang dalam performa yang sangat baik. Namun, terlepas dari kemenangan itu, masih ada sejumlah aspek dan persoalan yang perlu dipikirkan pelatih Atalanta, terutama performa Charles De Ketelaere.

  • PARADOKS DE KETELAERE

    Pemain Belgia berusia 25 tahun itu menjalani awal musim yang sulit. Sejauh ini, ia baru mencatatkan satu assist, yang dibuat pada 12 September lalu dalam laga yang berakhir dengan kekalahan dari Cagliari. Catatan minim itu berbanding terbalik dengan penampilannya bersama tim nasional Belgia. Di Piala Dunia dan laga-laga Nations League baru-baru ini, mantan pemain AC Milan tersebut mencetak tiga gol dan menyumbang tiga assist, sekaligus menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu pemain andalan Belgia. Perbedaannya terletak pada posisi di lapangan dan, terutama, instruksi taktik yang harus dijalankan. Di bawah asuhan Rudi Garcia, De Ketelaere selalu dimainkan sebagai penyerang tengah agar kemampuannya dalam membangun permainan dan menuntaskan serangan bisa dimaksimalkan. Setelah Mark Van Bommel mengambil alih kursi pelatih, situasinya tidak berubah. Pemain kelahiran 2001 itu tetap menjadi ujung tombak utama, dengan hasil positif yang terlihat jelas.


  • Masih belum mencetak gol

    Di Atalanta, persaingan dengan Kristovic dan Scamacca membuat De Ketelaere digeser ke sisi kanan, jauh dari gawang lawan dan harus menjangkau area yang luas saat bertahan. Sarri kerap memainkannya sebagai pemain sayap, tetapi kemarin ia menempatkannya di jajaran gelandang serang di belakang pemain asal Montenegro itu. Namun, penampilan sang pemain belum sesuai harapan. Kemarin pun pemain Belgia itu tampak tidak menyatu dengan permainan. Ia tak mampu memberikan dampak maupun menunjukkan bahwa ia bisa menciptakan peluang penentu kapan saja. Penampilannya secara keseluruhan mengecewakan, sehingga Sarri menariknya keluar pada menit ke-60 dan memasukkan Lazar Samardzic sebagai penggantinya. Atalanta sudah menanti laga melawan Pafos (Kamis) dan Milan (Minggu). Mereka membutuhkan De Ketelaere dalam performa terbaiknya untuk terus meraih hasil positif. Kini Sarri bertugas mengembalikan performanya dan mengatasi ketidakjelasan peran taktisnya.


  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google