Al Nassr vs Al Hilal - Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Dari Puncak ke Dasar: Inzaghi Menyeret Al Hilal ke Taruhan Tersulit!

Dalam dunia sepak bola, seorang pelatih bisa saja berhasil mengubah sebuah tim secara total dengan satu keputusan, tetapi ia juga bisa menjerumuskan klub ke dalam kesulitan berkepanjangan akibat pertaruhan yang tidak tepat sasaran.

Inilah yang tampaknya terjadi pada Al Hilal Saudi dalam kasus pemain asal Uruguay, Darwin Nunez, yang dalam beberapa bulan berubah dari sebuah transfer yang begitu diyakini oleh Simone Inzaghi, menjadi salah satu persoalan paling pelik di dalam klub.

  • Al Hilal v Al Fayha: Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

    Nunez, Pilihan Utama Inzaghi

    Sejak hari-hari pertama kedatangannya, Inzaghi sudah tegas dengan tuntutannya, di mana ia menilai Darwin Nunez adalah penyerang yang mampu memimpin proyek teknisnya, dan meminta untuk merekrutnya meski itu harus mengorbankan Aleksandar Mitrovic, kendati ada pemain Brasil Marcos Leonardo dalam skuad tim.

    Manajemen memenuhi keinginan sang pelatih, dan memperlakukan transfer itu sebagai batu fondasi dalam proyek baru, dengan harapan penyerang asal Uruguay tersebut memberikan tambahan yang dinanti serta menghadirkan dimensi ofensif yang berbeda bagi Al Hilal.

    Dan benar saja, ia direkrut dari Liverpool dengan mahar 53 juta euro, kontrak Mitrovic diputus, dan nama Leonardo dicoret dari daftar pemain lokal dalam sebuah langkah yang menimbulkan banyak kontroversi

  • Iklan
  • Uruguay v Spain: Group H - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

    Dari Transfer yang Dinanti Menjadi Beban Berat

    Namun kenyataannya berjalan ke arah yang sama sekali berbeda, karena Nunez tidak berhasil menampilkan level yang dinanti para suporter, dan ia juga mengalami penurunan yang jelas dalam efektivitas menyerang, serta tidak membuktikan dirinya sebagai penyerang yang mampu membuat perbedaan dalam laga-laga besar.

    Seiring berjalannya musim, keyakinan tim pelatih mulai berubah secara bertahap, hingga akhirnya ia dicoret dari daftar pemain lokal setelah hanya enam bulan, dalam sebuah keputusan yang mencerminkan besarnya kemerosotan yang dialami sang pemain, setelah sebelumnya menjadi taruhan utama sang pelatih.

    Baca juga: Tak memiliki tongkat sihir: Mengapa Al Ahly menuju kesepakatan dengan Busic?

    Selama masa penampilannya dengan seragam Al Hilal, Nunez tampil dalam 16 pertandingan, mencetak 6 gol dan hanya memberikan 4 assist.

    Nunez melakukan 42 tembakan, 18 di antaranya tepat sasaran, dan menyia-nyiakan 8 peluang emas. Persentase konversi peluang menjadi gol hanya mencapai 15%, yang mengungkap besarnya kesulitan yang dialami sang pemuncak bersama penyerang asal Uruguay tersebut.

  • Al Hilal v Al Nassr: Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

    Al Hilal Membayar Harga Judinya

    Masalahnya kini tidak lagi sekadar teknis, tetapi telah berubah menjadi krisis administratif dan pemasaran juga, sebab Al Hilal kini memiliki seorang pemain dengan gaji besar dan nilai finansial yang tinggi, tanpa menjadi elemen utama dalam proyek tim.

    Meski berbagai upaya berulang kali dilakukan untuk melepasnya, baik melalui penjualan maupun peminjaman, seluruh negosiasi terbentur pada aspek finansial, sehingga kesepakatan tetap menggantung, sementara Al Hilal menanggung konsekuensi dari sebuah keputusan yang pada dasarnya didasarkan pada keyakinan teknis dari Inzaghi.

    Pada akhirnya, Nunez tidak bisa dibebani sendirian atas apa yang terjadi, tetapi yang pasti pelatih asal Italia itu adalah pihak yang paling banyak bertaruh padanya, sebuah taruhan yang hingga kini belum berhasil, sehingga Al Hilal mendapati dirinya menghadapi salah satu berkas tersulit di bursa transfer, dan membayar harga dari sebuah keputusan yang semestinya membawa tim menuju puncak, tetapi justru menempatkannya dalam krisis yang belum berakhir hingga saat ini.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google