Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Al Hilal v Al Taawoun: Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Dari Amerika ke Arab Saudi: Kutukan Yassine Bounou Menghantam Bintang Al Hilal!

Tampaknya pemain asal Belanda Crysencio Summerville masih dibayangi kenangan pahit yang mempertemukannya dengan kiper asal Maroko Yassine Bounou, setelah ia kembali menggagalkan sebuah penalti dengan seragam Al Hilal, saat menghadapi Al Feiha, sehingga mengingatkan kembali pada kejadian serupa yang terjadi beberapa pekan lalu di Piala Dunia 2026.

Al Hilal memenangi laga melawan Al Feiha dengan skor telak tiga gol tanpa balas, Kamis malam, dalam rangkaian pertandingan pekan kedua Liga Roshn, sehingga menambah koleksi poinnya menjadi 6 dan menduduki puncak klasemen untuk sementara. Namun penalti yang gagal dieksekusi Summerville pada menit ke-81 mencuri sebagian sorotan, karena kebetulan aneh yang berkaitan dengan sang kiper asal Maroko itu.

  • France v Morocco: Quarter Final - FIFA World Cup 2026Getty Images Sport

    Bono hadir dalam ingatan Somerville

    Kisah ini berawal sekitar 51 hari lalu, ketika timnas Belanda menghadapi Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026, dalam laga yang berakhir lewat adu penalti setelah waktu normal dan tambahan sama-sama imbang.

    Baca juga: Antara konspirasi dan pengkhianatan, siapa yang meruntuhkan imperium Al Ahly dan mencuri kebahagiaan para pendukungnya?

    Selama adu penalti, Yassine Bounou menjadi bintang lapangan setelah dengan gemilang menepis salah satu tendangan yang dieksekusi Somerville, sehingga memberi Maroko keunggulan besar dalam penentuan, sebelum laga berakhir dengan lolosnya Maroko.

    Namun ironisnya, Somerville kembali gagal mengeksekusi penalti setelah itu, dan kali ini dengan seragam Al Hilal saat menghadapi Al Fayha, hingga ia mendapati dirinya berada dalam skenario yang sangat mirip dengan apa yang dialaminya di hadapan Bounou pada gelaran Piala Dunia.

  • Iklan
  • imago-sport-1079014799.jpgANP

    Dari menghadapi Bono hingga bermain bersamanya

    Ironi terbesarnya adalah Sommerville pindah ke Al Hilal setelah Piala Dunia, sehingga menjadi rekan setim Bono alih-alih menghadapinya sebagai lawan. Namun, ingatan tentang tendangan penalti itu tak kunjung hilang, setelah pemain tersebut kembali gagal mengeksekusi penalti melawan Al Feiha pada menit ke-81, dalam sebuah adegan yang mengembalikan peristiwa lama itu ke permukaan.

    Meski gagal, hal itu tidak memengaruhi hasil pertandingan, setelah Al Hilal sudah memastikan kemenangan dengan skor telak 3-0, serta melanjutkan awal sempurna mereka di Liga Roshn dengan meraih kemenangan kedua secara beruntun.

    Demikianlah, tendangan penalti berubah menjadi kisah aneh di awal hubungan Sommerville dengan Al Hilal; beberapa pekan sebelumnya Bono menjadi penyebab kegagalannya mencetak gol dalam adu penalti bersama Belanda, dan hari ini kiper Maroko itu menjadi rekan setimnya dalam satu tim, sementara pemain tersebut terus gagal mengeksekusi penalti dalam sebuah adegan yang mungkin membuka pintu bagi banyak ironi seiring berjalannya musim.

    Anda dapat membahas berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"

    Terlepas dari nada pesimistis, ini tetap sekadar ironi statistik yang menarik dalam perjalanan karier Sommerville, namun terulangnya skenario ini dalam waktu singkat menjadikannya salah satu kisah paling menarik di awal musim Al Hilal, terlebih sang pelaku sendiri beralih dari menghadapi Bono menjadi mengandalkannya sebagai rekan setim dan penjaga gawang timnya.

  • SUKA CERITA INI?

    Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

    Ikuti GOAL di Google