Premier League AFCON GFX 16:9Getty/GOAL

Daftar Lengkap Bintang Liga Primer Yang Absen Demi Piala Afrika 2025: Mohamed Salah, Bryan Mbeumo, Hingga Ancaman Krisis Klub

Piala Afrika (AFCON) kembali digelar dan menjadi tantangan tersendiri bagi klub-klub Liga Primer. Turnamen dua tahunan ini secara historis selalu menimbulkan dilema seleksi pemain, karena klub harus rela melepas bintang-bintang mereka di tengah padatnya jadwal kompetisi domestik. Edisi mendatang akan berlangsung di Maroko selama empat pekan, mulai dari Minggu, 21 Desember 2025, hingga Minggu, 18 Januari 2026.

Dampak dari turnamen ini sangat signifikan bagi kalender sepakbola Inggris. Selama periode tersebut, enam putaran pertandingan Liga Primer dijadwalkan akan dimainkan. Selain itu, para pemain yang berangkat juga akan melewatkan putaran ketiga Piala FA dan leg pertama semi-final Piala Liga, yang bisa menjadi momen krusial bagi ambisi klub meraih trofi musim ini.

Namun, tidak semua pemain Afrika akan meninggalkan klubnya. Beberapa negara besar seperti Ghana, Gambia, dan Guinea-Bissau secara mengejutkan gagal lolos kualifikasi. Hal ini menjadi "berkah terselubung" bagi beberapa klub, karena pemain kunci seperti Mohammed Kudus dari Tottenham dan Antoine Semenyo dari Bournemouth dipastikan tetap tinggal dan tersedia untuk dimainkan.

GOAL coba membedah secara rinci siapa saja pemain yang dipastikan berangkat, siapa yang secara mengejutkan ditinggalkan oleh negaranya, dan klub mana yang paling menderita akibat eksodus pemain di musim dingin ini. Dari bintang Liverpool Mohamed Salah hingga rekrutan anyar Manchester United Bryan Mbeumo, berikut analisis lengkap dampak Piala Afrika 2025 terhadap Liga Primer.

  • FBL-WC-2026-AFRICA-QUALIFIERS-DJI-EGYAFP

    Dampak Besar pada Klub "Big Six"

    Klub-klub papan atas Liga Primer tidak luput dari dampak turnamen ini, dengan beberapa nama terbesar di liga harus menjalankan tugas negara. Liverpool harus kembali merelakan Mohamed Salah untuk membela Mesir, kehilangan mesin gol utama mereka di periode sibuk. Sementara itu, Manchester City juga akan kehilangan penyerang Omar Marmoush yang masuk dalam skuad sementara Mesir, mengurangi opsi lini serang Pep Guardiola.

    Manchester United menjadi salah satu tim "Big Six" yang paling terdampak. Mereka harus melepas rekrutan anyar Bryan Mbeumo ke timnas Kamerun, serta Amad Diallo (Pantai Gading) dan Noussair Mazraoui (Maroko). Kehilangan tiga pemain sekaligus tentu akan menguji kedalaman skuad Ruben Amorim dalam menjaga konsistensi performa tim.

    Di sisi lain, Tottenham Hotspur memiliki nasib yang bercampur. Meski mereka harus melepas gelandang andalan Yves Bissouma ke Mali, mereka mendapatkan keuntungan besar karena Mohammed Kudus tetap tinggal setelah Ghana gagal lolos. Arsenal dan Chelsea berada dalam posisi yang paling menguntungkan karena tidak memiliki pemain tim utama yang berangkat, memberikan mereka keunggulan kompetitif yang besar selama bulan Januari.

    West Ham United juga turut menyumbangkan pemainnya, dengan Aaron Wan-Bissaka yang akan membela Republik Demokratik Kongo. Situasi ini memaksa para manajer untuk memutar otak dan melakukan rotasi strategi guna menutupi lubang yang ditinggalkan para pemain kunci ini selama satu bulan penuh.

    Tabel: Pemain Big Six di AFCON 2025

    KlubPemainNegara
    LiverpoolMohamed SalahMesir
    Man CityOmar MarmoushMesir
    Man UtdBryan MbeumoKamerun
     Amad DialloPantai Gading
     Noussair MazraouiMaroko
    TottenhamYves BissoumaMali
    Arsenal--
    Chelsea--
  • Iklan
  • Sunderland v Newcastle United - Premier LeagueGetty Images Sport

    Eksodus Pemain di Klub Papan Tengah

    Di luar klub-klub elite, dampak Piala Afrika terasa sangat berat bagi beberapa tim papan tengah dan bawah. Sunderland menjadi klub yang paling terpukul dengan potensi kehilangan hingga lima pemain tim utama. Nama-nama seperti Arthur Masuaku, Noah Sadiki, hingga Bertrand Traore akan absen, yang bisa menjadi bencana bagi keseimbangan tim dalam perjuangan mereka di liga.

    Fulham juga menghadapi situasi yang sulit dengan kehilangan trio Nigeria mereka. Alex Iwobi, Calvin Bassey, dan Samuel Chukwueze adalah pilar penting dalam skema permainan Marco Silva. Kehilangan tiga pemain inti dari satu negara yang sama berarti Fulham harus merombak total strategi mereka, terutama jika Nigeria melaju jauh di turnamen tersebut.

    Nottingham Forest kembali harus merelakan gelandang petarung mereka, Ibrahim Sangare dan Willy Boly, untuk membela Pantai Gading. Sementara itu, Burnley akan kehilangan kekuatan di lini belakang dan depan dengan kepergian Axel Tuanzebe dan Lyle Foster. Bagi klub-klub ini, kedalaman skuad akan diuji hingga batas maksimal.

    Wolverhampton Wanderers juga harus melepas Emmanuel Agbadou dan Tawanda Chirewa. Situasi ini menciptakan peluang bagi pemain pelapis untuk unjuk gigi, namun risiko kehilangan poin krusial menjadi ancaman nyata bagi manajer yang tidak memiliki opsi rotasi yang memadai.

    Tabel: Klub Papan Tengah Paling Terdampak

    KlubPemain (Negara)
    SunderlandA. Masuaku, N. Sadiki, R. Mandava, B. Traore, C. Talbi
    FulhamA. Iwobi, C. Bassey, S. Chukwueze (Semua Nigeria)
    BurnleyA. Tuanzebe, L. Foster, H. Mejbri
    BrentfordD. Ouattara, F. Onyenka
  • Ola Aina Nottingham Forest 2025-26Getty

    Kejutan Pemain yang Tidak Berangkat

    Salah satu cerita menarik dari Piala Afrika kali ini adalah deretan pemain yang tidak berangkat, baik karena keputusan pelatih maupun cedera. Newcastle United mendapatkan kabar baik setelah penyerang mereka, Yoane Wissa, ditinggalkan oleh skuad Republik Demokratik Kongo. Wissa yang baru tampil dua kali karena cedera dianggap belum cukup fit untuk turnamen seberat AFCON.

    Crystal Palace juga bisa bernapas lega karena beberapa pemain Afrika mereka tetap di klub. Cheick Doucoure (Mali) dan Chadi Riad (Maroko) tidak masuk dalam skuad final, memberikan stabilitas bagi lini tengah dan belakang Palace. Selain itu, Christantus Uche juga tidak dipanggil oleh Nigeria, memastikan Palace tidak terlalu tergerus kekuatannya.

    Nottingham Forest, meskipun kehilangan dua pemain, mendapatkan suntikan moral dengan tetap tinggalnya Ola Aina dan Taiwo Awoniyi. Kedua pemain Nigeria ini tidak berangkat, yang menjadi anomali mengingat kualitas mereka, namun sangat menguntungkan bagi Forest dalam mengarungi jadwal padat Liga Primer.

    Di kubu Wolverhampton, selain pemain yang berangkat, ada juga yang bertahan. Jackson Tchatchoua dan Tolu Arokodare tidak dipanggil oleh negaranya masing-masing. Keputusan-keputusan ini seringkali didasarkan pada performa terkini, kebugaran fisik, atau preferensi taktis pelatih tim nasional yang terkadang berbeda dengan pandangan di level klub.

  • Japan v Ghana - International FriendlyGetty Images Sport

    Berkah dari Kegagalan Kualifikasi Negara

    Kegagalan beberapa negara tradisional sepakbola Afrika untuk lolos ke putaran final memberikan keuntungan tak terduga bagi beberapa klub Liga Primer. Ghana, Gambia, dan Guinea-Bissau gagal melaju ke Maroko, yang berarti bintang-bintang dari negara tersebut tidak perlu meninggalkan Inggris di musim dingin.

    Mohammed Kudus adalah nama terbesar yang diuntungkan dari situasi ini. Kegagalan Ghana berarti Tottenham tetap bisa mengandalkan tenaga sang gelandang serang eksplosif tersebut. Hal serupa berlaku bagi Bournemouth yang tetap bisa memainkan Antoine Semenyo, salah satu pemain paling berbahaya mereka di lini depan.

    Brighton juga mendapatkan keuntungan dengan tetap adanya Yankuba Minteh setelah Gambia gagal lolos. Pemain sayap cepat ini bisa menjadi pembeda di laga-laga krusial. Sementara itu, Everton tetap bisa menggunakan jasa Beto karena Guinea-Bissau hanya menjadi penonton di turnamen kali ini.

    Situasi ini menciptakan ketimpangan keuntungan antarklub. Klub yang pemain kuncinya berasal dari negara yang gagal lolos memiliki keuntungan fisik dan konsistensi taktis dibandingkan rival mereka yang pemainnya harus bertarung di iklim yang berbeda dan berisiko cedera atau kelelahan.

    Tabel: Bintang yang Gagal Lolos Kualifikasi

    PemainKlubNegara Asal
    Mohammed KudusTottenhamGhana
    Antoine SemenyoBournemouthGhana
    Yankuba MintehBrightonGambia
    BetoEvertonGuinea-Bissau
  • Evann Guessand Aston Villa 2025-26Getty Images

    Pemain Cadangan dan Situasi "Standby"

    Selain pemain yang pasti berangkat dan yang pasti tinggal, terdapat kategori pemain yang berada dalam situasi "standby" atau cadangan. Aston Villa, misalnya, menempatkan Evann Guessand dalam daftar tunggu Pantai Gading. Jika tidak ada cedera mendadak di skuad utama The Elephants, Guessand akan tetap berada di Villa Park.

    Sunderland, yang sudah kehilangan lima pemain, sebenarnya bisa kehilangan lebih banyak lagi. Namun, Blondy Nna Noukeu (Kamerun) dan Simon Adingra (Pantai Gading) tidak masuk dalam pilihan utama. Hal ini sedikit meringankan beban Sunderland yang sudah sangat berat akibat pemanggilan pemain lainnya.

    Everton juga mendapati pemain muda mereka, Adam Aznou, tidak dipanggil oleh Maroko. Sementara Bournemouth bisa tetap menggunakan jasa Amine Adli. Status pemain cadangan ini membuat manajer klub harus tetap waspada hingga detik-detik terakhir pendaftaran skuad, karena cedera di kamp pelatihan timnas bisa mengubah status ketersediaan pemain dalam sekejap.

    Secara keseluruhan, periode Desember hingga Januari akan menjadi ujian manajemen skuad yang sesungguhnya. Klub dengan kedalaman skuad terbaik dan yang paling sedikit terdampak oleh AFCON, seperti Arsenal dan Chelsea, memiliki peluang emas untuk mendulang poin maksimal saat rival-rival mereka sedang dalam kondisi pincang.

    Daftar Pemain yang Tidak Berangkat (Pilihan Pelatih/Cadangan)

    • Aston Villa: Evann Guessand (Pantai Gading - Cadangan)

    • Newcastle: Yoane Wissa (DR Kongo)

    • Nottm Forest: Ola Aina & Taiwo Awoniyi (Nigeria)

    • Wolves: J. Tchatchoua, M. Munetsi, T. Arokodare

    • Crystal Palace: C. Uche, C. Riad, C. Doucoure

0