Cristiano Ronaldo mengucapkan selamat tinggal kepada Portugal. Melalui video di media sosial, CR7 mengumumkan akhir karier legendarisnya bersama timnas Portugal: "Saya ingin menjadi yang terbaik, terima kasih telah percaya kepada saya".
Getty/GOALPERPISAHAN
Pengumuman itu disampaikan melalui video panjang yang diunggah di media sosial. Dalam video tersebut, ia mengenang perjalanan kariernya, gol-gol bersejarah, dan pengorbanannya saat membela Portugal. Ronaldo, yang genap berusia 41 tahun pada Februari, telah mencetak 146 gol dalam 234 pertandingan bersama tim nasional. Keputusan pensiun itu datang setelah ketegangan dengan pelatih Jorge Jesus di Nations League, kepergiannya dari pemusatan latihan, dan skorsing.
Berikut kata-kata Ronaldo: "Kepada rakyat Portugal, hari ini tiba saatnya mengembalikan jersei nomor 7 tim nasional milik kita semua. Aku tidak pernah merasa jersei itu hanya milikku. Namun, selama 23 tahun aku mendapat kehormatan dan tanggung jawab untuk mengenakannya, membelanya, dan membawanya bersamaku ke stadion-stadion di seluruh dunia. Hari ini tiba saatnya menyerahkannya kepada masa depan. Ini bukan keputusan yang mudah. Sebab, ada keputusan yang tidak diambil hanya dengan kepala, tetapi juga dengan hati. Aku mengakhiri perjalanan yang dimulai pada Agustus 2003 dan mengubah hidupku selamanya".
"Ketika memikirkan semua yang kualami bersama tim nasional, yang kulihat bukan hanya pertandingan, gol, rekor, atau trofi. Aku melihat orang-orang. Aku melihat para imigran yang selama 90 menit merasa Portugal sedikit lebih dekat. Aku melihat jutaan orang Portugal yang tidak pernah kukenal secara pribadi, tetapi menjadi bagian dari hidupku. Sebab, pada akhirnya, sepakbola jauh lebih dari sekadar pertandingan. Sepakbola adalah orang-orangnya. Sepanjang karierku bersama tim nasional, aku berusaha melampaui batas kemampuanku. Aku ingin menang, ingin menjadi yang terbaik, ingin mencetak sejarah. Aku selalu menuntut banyak dari diriku sendiri. Aku selalu menginginkan lebih, selalu percaya bahwa kami bisa melangkah lebih jauh. Dan aku memberikan semua yang kumiliki untuk jersei ini". Ia mengenang: "Ada sore dan malam yang sempurna, ada kemenangan yang tidak akan pernah kulupakan, ada kekalahan yang hingga kini masih berat untuk kuingat. Aku juga pernah gagal, aku juga pernah menderita, dan ada saat-saat ketika aku tidak mampu memberikan apa yang sangat diinginkan rakyat Portugal. Namun, aku tidak pernah menyerah. Dan yang terpenting, aku tidak pernah berhenti merasa bangga mewakili Portugal. Selama bertahun-tahun ini, aku mempelajari hal-hal yang sangat sederhana. Gol akan berlalu, piala tetap berada di museum, rekor pada akhirnya akan terpecahkan. Namun, ada sesuatu yang tidak pernah bisa dihapus oleh waktu: tempat yang kita miliki di hati orang-orang. Jika aku pernah membuat kalian bahagia, jika golku pernah membuat kalian memeluk seseorang, melupakan kesulitan, atau sekadar merasa bangga akan negara kita, maka semua itu sepadan. Sebab, menjadi orang Portugal juga berarti demikian. Kita menderita bersama, kita bangkit bersama. Kita kembali percaya. Portugal akan selalu membutuhkan anak-anak muda yang bermimpi, pemain-pemain yang tidak pernah menyerah, generasi-generasi baru yang percaya bahwa mereka bisa mencapai tempat yang belum pernah dicapai siapa pun. Sebab, negara yang terus melahirkan pahlawan baru adalah negara yang tidak pernah berhenti percaya kepada dirinya sendiri. Kepada rekan-rekanku di tim nasional, aku ingin menyampaikan sesuatu yang khusus. Terima kasih untuk setiap lari, setiap pelukan, setiap perdebatan, setiap keheningan sebelum memasuki lapangan. Untuk setiap kemenangan yang kita rayakan bersama dan setiap kekalahan yang membuat kita lebih kuat. Aku mendapat kehormatan menjadi kapten kalian, tetapi tidak ada kapten yang berjalan sendirian. Dan kalian adalah bagian dari kisahku. Kepada semua pelatih, pengurus, dokter, fisioterapis, pengurus perlengkapan, staf, dan begitu banyak orang yang bekerja bersamaku selama bertahun-tahun ini, aku berterima kasih. Banyak dari kalian tidak pernah muncul dalam foto. Namun, tanpa kalian, tidak satu pun foto itu akan terwujud. Kepada keluargaku, terima kasih telah berbagi mimpi ini denganku. Terima kasih telah memahami ketidakhadiranku, pengorbanan, dan saat-saat ketika tim nasional harus mengambil ruang yang juga menjadi milik kalian. Jika aku bisa melangkah sejauh ini, itu karena kita selalu bergandengan tangan. Dan kepada rakyat Portugal, kepada semua orang Portugal yang tersebar di seluruh dunia, aku ingin mengatakan satu hal terakhir".
"Ada satu gambaran yang akan selalu kubawa bersamaku: saat lagu kebangsaan mulai berkumandang. Aku memandang sekeliling, melihat rekan-rekanku, melihat tribune, melihat anak-anak, ibu, ayah, dan kakek-nenek, melihat orang-orang Portugal yang datang dari tempat begitu jauh hanya untuk berada di sana. Dan selama beberapa menit itu, kita berhenti menjadi berbeda. Tidak ada klub, tidak ada warna, tidak ada kelas sosial, tidak ada profesi, tidak ada pendapat. Hanya ada satu kecintaan: Portugal. Perasaan ini akan kubawa sepanjang sisa hidupku. Hari ini perjalananku di lapangan bersama tim nasional berakhir. Aku pergi dengan kepala tegak, bangga atas perjalanan yang telah kutempuh dan sadar bahwa aku telah memberikan semua yang kumiliki untuk Portugal. Namun, aku tidak akan pernah berhenti menjadi salah satu dari kalian. Aku akan terus ikut merasakan penderitaan, bersorak, dan merayakan setiap kemenangan Portugal. Seumur hidup, aku bekerja untuk menjadi pemain terbaik di dunia. Hari ini aku mengerti bahwa kemenangan terbesar adalah mendapat kehormatan mewakili negara terindah di dunia. Terima kasih untuk 23 tahun ini. Terima kasih telah percaya kepadaku. Terima kasih telah mengizinkanku menjalani mimpi yang dimulai ketika aku masih kecil, di Madeira, berlari mengejar bola. Jersei nomor 7 akan tetap ada, dan kebanggaan pernah mengenakannya akan menjadi milikku selamanya. Portugal akan selalu ada di dalam diriku. Sampai jumpa".
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami
