Ronaldo dikabarkan melakukan aksi mogok main di Al-Nassr sebagai bentuk protes atas kurangnya investasi dari Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi dibandingkan klub-klub lain di bawah naungan mereka: Al-Hilal, Al-Ittihad, dan Al-Ahli. Striker berusia 41 tahun itu bahkan diduga mencoba memblokir transfer Karim Benzema dari Al-Ittihad ke Al-Hilal di tenggat waktu bursa transfer. Ia menilai kepindahan itu tidak adil dan hanya dirancang untuk memberi keuntungan bagi Al-Hilal dalam perburuan gelar Saudi Pro League 2025/26.
Meski Ronaldo menolak tampil dalam laga derbi Al-Nassr kontra Al-Riyadh, transfer Benzema tetap jalan terus. Ia kemudian melanjutkan aksi mogoknya dengan absen kontra mantan klub Benzema, Al-Ittihad, Sabtu (8/2) dini hari WIB tadi. Jika tidak ada perubahan dalam kebijakan operasional PIF dalam beberapa minggu ke depan, pemenang Ballon d'Or lima kali itu dilaporkan akan meminta hengkang dari Stadion Al-Awwal Park pada akhir musim ini—dan siapa yang bisa menyalahkannya?!
Padahal, Al-Nassr "hanya" mendatangkan delapan pemain baru musim panas ini, termasuk bintang eks Chelsea dan Atletico Madrid, Joao Felix, serta legenda Bayern Munich, Kingsley Coman, dengan total biaya €90 juta. Selain itu, ada juga Inigo Martinez yang masuk dalam Tim Terbaik La Liga musim lalu setelah peran krusialnya membawa Barcelona juara.
Lupakan fakta bahwa PIF telah mendanai perpanjangan kontrak rekor dunianya Juni lalu—Ronaldo merasa dikhianati dan punya hak penuh untuk mulai menjajaki opsi lain. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, GOAL merangkum tujuh langkah paling masuk akal bagi CR7 jika ia benar-benar memutus masa baktinya di Al-Nassr, dimulai dengan potensi kepulangan yang heroik...




.png?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)


.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)