Ketidakhadiran CR7 di lapangan bukan karena cedera, melainkan dipicu oleh rasa frustrasi yang mendalam setelah rival bebuyutan mereka, Al-Hilal, diizinkan untuk membajak Karim Benzema dari Al-Ittihad pada bursa transfer Januari, sementara Al-Nassr hanya mendatangkan pemain muda potensial yang dianggap Ronaldo belum cukup untuk mendongkraf kekuatan tim secara instan.
Ketegangan ini semakin memuncak karena Ronaldo merasa adanya ketimpangan dukungan dari Dana Investasi Publik (PIF) yang seolah-olah "menganakemaskan" Al-Hilal demi memuluskan jalan mereka menuju tangga juara. Pemilik lima gelar Ballon d'Or itu dikabarkan bersikeras bahwa liga harus menjaga sportivitas dan keseimbangan kekuatan antar klub besar jika ingin dianggap sebagai kompetisi elit dunia.
Meski spekulasi mengenai masa depannya mulai liar beredar di media-media internasional, Al-Nassr secara mengejutkan mampu meredam turbulensi internal tersebut dengan menunjukkan bahwa kolektivitas tim tetap menjadi senjata mematikan, membuktikan bahwa mereka bisa tetap tajam meski tanpa jimat keberuntungan mereka di atas lapangan.







