SSC Napoli v Como 1907 - Coppa ItaliaGetty Images Sport

Drama Adu Penalti! Como Singkirkan Napoli, Cesc Fabregas Ukir Sejarah Ke Semifinal Coppa Italia Pertama Dalam 40 Tahun

  • Kejutan di Maradona

    Como memastikan tiket ke semifinal Coppa Italia untuk menghadapi Inter Milan setelah menyingkirkan Napoli dalam drama adu penalti (7-6), menyusul hasil imbang 1-1 di waktu normal. Martin Baturina membuka keunggulan Como lewat titik putih pada menit ke-39 setelah Ivan Smolcic dijatuhkan, namun Napoli yang tampil tanpa sejumlah pilar kunci menyamakan kedudukan melalui serangan cepat Antonio Vergara tepat setelah jeda babak pertama.

    Di babak adu penalti yang menegangkan, Romelu Lukaku gagal mengeksekusi tendangannya untuk Napoli. Kiper Napoli, Vanja Milinkovic-Savic, sempat memperpanjang napas timnya dengan gol keberuntungan saat tendangannya memantul dari mistar dan punggung kiper lawan. Namun, kepahlawanan Jean Butez yang menepis tendangan penentuan dari Stanislav Lobotka akhirnya memastikan kemenangan bersejarah bagi Lariani.

  • Iklan
  • Sejarah dan Ambisi

    Ini adalah momen monumental bagi Como yang berhasil menembus semifinal Coppa Italia untuk pertama kalinya sejak musim 1985/86. Cesc Fabregas sukses meramu strategi jitu meski menghadapi Napoli asuhan mantan mentornya, Antonio Conte. Como juga memanfaatkan keuntungan fisik karena lebih bugar setelah laga Serie A mereka pekan ke-24 melawan AC Milan ditunda.

    Bagi Napoli, kekalahan ini terasa pahit mengingat badai cedera yang menimpa skuad, termasuk absennya nama-nama seperti David Neres dan Billy Gilmour. Antonio Conte terpaksa melakukan rotasi dan bereksperimen dengan susunan pemain, namun pada akhirnya gagal membendung ambisi besar dari kubu Como yang tampil tanpa beban.

  • Pujian untuk Fabregas

    Direktur Como Carlalberto Ludi memberikan pujian setinggi langit kepada pelatihnya. "Ide kami adalah untuk terus berkembang, minggu demi minggu, dengan kerja keras Cesc dan skuad dalam latihan. Cesc adalah pemain kelas dunia dan dia bahkan lebih baik sebagai pelatih," ujarnya kepada Sport Mediaset.

    Ludi juga menegaskan visi klub yang tidak main-main. "Kami tidak tahu di mana kami akan berakhir, tetapi ambisi klub ini tidak terbatas. Kami ingin terus menaikkan standar setiap saat," tambahnya, sembari mengakui bahwa ketertarikan dari klub-klub besar terhadap Fabregas adalah hal yang sudah terjadi dan wajar karena kualitasnya.

    Ia menutup dengan optimisme tinggi mengenai masa depan tim. "Kami sedang dalam masa bulan madu, dia (Fabregas) adalah nilai tambah untuk saat ini dan masa depan yang dekat," tegas Ludi.

  • Rekor 40 Tahun

    Terakhir kali Como melaju melewati perempat-final Coppa Italia adalah pada musim 1985/86, atau tepatnya 40 tahun yang lalu. Kala itu, mereka berhasil menyingkirkan Hellas Verona dengan agregat 4-3. Kemenangan atas Napoli ini mengulangi sejarah emas tersebut dan membuka peluang untuk melangkah lebih jauh.

    Laga ini juga memiliki narasi menarik tentang "murid melawan guru". Cesc Fabregas pernah menjadi pemain di bawah asuhan Antonio Conte saat keduanya memenangkan Piala FA bersama Chelsea. Pertemuan ini menjadi pembuktian taktis Fabregas melawan pelatih yang pernah melatihnya tersebut.

  • Tantangan Berat Menanti

    Como kini bersiap menghadapi tantangan berat melawan Inter Milan di babak semifinal Coppa Italia. Ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi "tak terbatas" yang didengungkan oleh manajemen klub untuk meraih trofi mayor musim ini.

    Sementara itu, Napoli harus segera melupakan kekecewaan ini dan kembali fokus ke kompetisi liga. Conte memiliki pekerjaan rumah besar untuk memulihkan kebugaran pemain-pemain kuncinya demi menjaga konsistensi performa tim di sisa musim kompetisi.

0