- Palmer dilempari fans Spurs ketika hendak melakukan sepak pojok
- Brace-nya bantu Chelsea menang comeback
- Pecahkan rekor penalti Yaya Toure
Getty Images Sport
Getty Images SportArticle continues below
Article continues below
Article continues below
Getty Images SportTottenham unggul dua gol cepat berkat dua blunder fatal Marc Cucurella, namun Jadon Sancho memperkecil defisit pada babak pertama. Chelsea lalu mengganas di babak kedua, dan menyamakan kedudukan lewat penalti Cole Palmer setelah waktu satu jam sebelum Enzo Fernandez membalikkan keadaan pada menit 73. Palmer lalu melengkapi brace-nya dengan sebuah penalti Panenka yang berani pada menit ke-84. Kebobolan lagi di menit akhir, The Blues tetap menang 4-3 atas Spurs, Minggu (8/12).
Berkat dua penaltinya, Palmer memecahkan rekor baru di Liga Primer Inggris. Bintang Chelsea tersebut berhasil menceploskan semua dari 12 penalti yang ia eksekusi di Liga Primer Inggris, dan menjadi penendang dengan catatan 100 persen terbaik sepanjang sejarah EPL (menyalip rekor Yaya Toure 11/11).
Getty Images SportSebagai pemain Chelsea, Palmer praktis mendapat sambutan agresif dari para suporter di Tottenham Hotspur Stadium. Ia dilempari benda ketika hendak melakukan sepak pojok pada menit ke-42. Petugas pertandingan di pinggir lapangan harus turun tangan memindahkan benda-benda yang sempat menunda pertandingan selama beberapa saat tersebut.
Dua penalti Palmer menjadi balasan yang menyakitkan bagi para penggemar tuan rumah.
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami
Getty Images SportArmada Enzo Maresca kini sukses memperkecil jarak dengan Liverpool sang pemimpin klasemen menjadi empat poin saja. Chelsea, yang duduk di peringkat dua Liga Primer Inggris, akan kembali beraksi pada Kamis (12/12) dengan melawat ke Kazakhstan untuk menghadapi Astana di Liga Konferensi Europa.